EFEKTIVITAS MODUL TAKSONOMI VERTEBRATA BERBASIS SPESIMEN TERHADAP PEMAHAMAN MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

anandita eka setiadi, witriani witriyani suryamiati anandita eka setiadi
witriani witriyani suryamiati

Abstract


Pada penelitian sebelumnya, telah dilakukan pengembangan bahan ajar berbasis spesimen untuk mata kuliah Taksonomi Vertebrata yang dinilai valid oleh validator ahli dan mendapat respon positif dari mahasiswa. Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk menguji efektivitas penggunaan modul berbasis spesimen terhadap pemahaman mahasiswa pendidikan biologi, FKIP, Unmuh Pontianak dalam mencapai kompetensi mata kuliah Taksonomi Vertebrata. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan pemahaman mahasiswa yang diajar menggunakan modul Taksonomi Vertebrata berbasis spesimen. (2) Menentukan efektivitas penggunaan modul Taksonomi Vertebrata berbasis spesimen terhadap pemahaman konsep mahasiswa. Metode Penelitian menggunakan metode kuantitatif, jenis Quasi Eksperimen, bentuk rancangan time series design. Pengumpulan data menggunakan teknik pengukuran. Berdasarkan hasil pengukuran, pada ulangan pertama, nilai rata-rata nilai rata-rata posttest (70,35) lebih tinggi dari nilai rata-rata pretest (28,08). Begitu pula pada ulangan kedua dan ketiga, berturut turut, nilai rata-rata posttest (70,15 dan 74,65) lebih tinggi dibanding nilai rata-rata pretest (30,49 dan 45,15). Persentase pemahaman mahasiswa pada kategori tinggi dan sangat tinggi pada ulangan 1,2 dan 3 berturut-turut 52,9%, 50,0%, dan 67,6%. Indikator keefektifan yang dapat tercapai adalah nilai rata-rata postest lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata pretest dan nilai rata-rata posttest lebih dari atau sama dengan 70. Sedangkan indikator yang tidak tercapai adalah persentase klasikal untuk pemahaman kategori tinggi dan sangat tinggi lebih dari atau sama dengan 75%. Disimpulkan, penggunaan modul berbasis spesimen belum sepenuhnya efektif untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa pada mata kuliah Taksonomi Vertebrata.

References


Arikunto, S. 2010. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Bumi Aksara, Jakarta.

Ball, D.L dan Forzani, F.M. 2009. The Work of Teaching and The Callenge for Teacher Education. Journal of Teacher Education 60 (5): 497-511.

Claveland, P., Hickman Jr., Roberts, L. S., & Larson, A. 2002. Animal Diversity, Third Edition. Mc-Graw Hill Companies, New York.

Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas).2008a. Penduan Pengembangan Bahan ajar. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas,Jakarta.

Depdiknas.2008b. Penulisan Modul.Direktorat Tenaga Kependidikan,Jakarta.

Harijanto, M. 2007. Pengembangan Bahan Ajar untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Program Pendidikan Pembelajaran Sekolah Dasar, Didaktika2 (1): 216-226.

Indriyanti, N.Y. dan Susilowati, E. (2010).Pengembangan Modul.Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Morrison, G. R., Kemp, E. J, & Ross, S. M. 2004. Designing effective instruction. New York, NY: Merrill.

Murad, S. 2001. Taksonomi Vertebrata. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Padjadjaran. Bandung.

Nurhidayah, R., Irwandi, D., dan Saridewi, N. 2015. Pengembangan Modul Berbasis Inkuiri Terbimbing Pada Materi Larutan Elektrolit Dan Non-Elektrolit. Edusains.7 (1): 36-47.

Parmin, dan Peniati, E.2012.Pengembangan Modul Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar IPA Berbasis Hasil Penelitian Pembelajaran.Jurnal Pendidikan IPA Indonesia.1 (1): 8-15.

Pradani, R.Y., Luthfiyah, N., dan Widodo, W. 2014. Pengembangan Modul Sub Kompetensi Perawatan Tangan Dan Rias Kuku Untuk Meningkatkan Kreativitas Dan Hasil Belajar Siswa Di SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi: Teori dan Praktek. 2(1): 49-59.

Ramdani, Y. 2012. Pengembangan Instrumen dan Bahan Ajar untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi, Penalaran, Dan Koneksi Matematis dalam Konsep Integral. Jurnal Penelitian Pendidikan13 (1): 44-52.

Ruggiero, M.A, Gordon D.P, Orrell T.M, Bailly N, Bourgoin T, Brusca R.C, Cavalier-Smith T, Guiry M D, Kirk P M. 2015. A Higher Level Classification of All Living Organisms. PLoS ONE 10(4): 1-60.

Rusmiati, IGA., Santyasa, IW., Warpala, WS. 2013. Pengembangan Modul IPAdengan Pendekatan Kontekstual Untuk Kelas V SD Negeri 2 Semarapura Tengah. e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Program Studi Teknologi Pembelajaran. Vol 3

Setiadi, A.E. 2017.Teaching Material based on Zoological Specimen for Vertebrate Taxonomy Subject. In Program Book 1stInternational Converence on Teaching and Education (ICoTE) “Creavity and Character in Curriculum Implementation. pp. 52-53. Universitas Tanjungpura, Pontianak.

Setyowati, R., Parmin, dan Widiyatmoko, A.2013.Pengembangan Modul IPA Berkarakter Peduli Lingkungan Tema Polusi Sebagai Bahan Ajar Siswa SMK N 11 Semarang.Unnes Science Education Journal.2 (2): 245-253.

Sodikun, Sugiyarto, dan Prayitno, BA. 2016. Pengembangan Modul Inkuiri Terbimbing Pada Materi Sistem Pencernaan Makanan untuk meningkatkan Keterampilan Proses Sains.Jurnal Inkuiri 5(2):122-133.

Storer, T.I & Usinger, R.L. 1957. General Zoology. Third Edition. McGraw-Hill Book Co., New York.

Susilawati& Khoiri, N. 2014. Pengembangan Bahan Ajar Fisika Bermuatan Lifeskill Untuk Siswa SMA. Jurnal Fisika Indonesia. 18(54): 86-89.

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, 2008, Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

Wening dan Sudarmiatin. 2010. Pengembangan Modul Kewirausahaan. Jurnal Ilmu Pendidikan, 17 (2): 153-157




DOI: http://dx.doi.org/10.29406/bio.v6i1.1190

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


.

website statistics

Creative Commons License

The Copyright is reserved to the Jurnal Bioeducation that is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

PKP