Evaluasi Pendidikan Agama Islam bagi Mahasiswa Non-Muslim di Universitas Muhammadiyah Pontianak

heri heri

Sari


Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengevaluasi efektifitas pendidikan agama bagi mahasiswa non muslim di Universitas Muhammadiyah (UM) Pontianak tahun 2016-2017. Pendidikan agama adalah kurikulum wajib yang diselenggarakan di seluruh program studi UM Pontianak baik mahasiswa muslim maupun non muslim. Pendidikan agama bagi mahasiswa non muslim seharusnya disampaikan dengan sistem dan materi yang berbeda dengan mahasiswa muslim. Jenis evaluasi yang digunakan adalah evaluasi model CIPP (Context, Input, Process dan Product) dari Stufflebeam. Artikel diharapkan dapat memberikan kontribusi secara akademis yakni menjadikan pendidikan agama sebagai pendidikan yang mencerahkan dalam menghadapi problematika beragama di Indonesia. Kesimpulan dari artikel ini bahwa secara keseluruhan efektifitas pendidikan agama bagi mahasiswa non-muslim meliputi evaluasi konteks, input, proses dan produk masuk kategori cukup. Oleh karena itu, perlu perumusan dan desain pelaksaan pendidikan agama bagi mahasiswa non-muslim yang lebih baik guna mencapai tujuan pendidikan agama di perguruan tinggi.


Referensi


Arief Furchan. 2005. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Bower dan Hilgard. (2001). Theories of Learning. New Jersey: Prentice

E. Mulyasa. 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Remaja Rosda Karya

Harun Nasution, 1995. Islam Rasional Gagasan dan Pikiran. Bandung: Mizan

Isaac S & Michael W.B. 1981. Handbook in Research and Evalution. California: Edits Publishers

Kaufman R & Thomas S. 1980. Evaluation Without Fear. New York: New Viewpoints

Lexy J. Moleong. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Lumpkin, A. 2008. Teacher as Role Models Teaching Character and MoralVirtues. Journal of Physical Education Recreation and Dance.

Majelis Pendidikan, Penelitian dan Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah. 2014. Pedoman Pendidikan Al Islam Kemuhammadiyahan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah

M. Amin Abdullah. 2006. Islamic Studies di Perguruan Tinggi: Pendekatan Integratif-Interkonektif, Yogyakarta: Pustaka Pelajar

M. Furqon Hidayatullah. 2010. Guru Sejati: Membangun Insan Berkarakter Kuat & Cerdas. Surakarta: Yuma Pustaka.

McNamara, J. 2002. Research and evaluation. In C. Tymson & P. Lazar, The New Australian and New Zealand Public Relations Manual. Sydney: Tymson Communications.

Michael Quinn Patton. 2006. Metode Evaluasi Kualitatif. Yogyakarta, Pustaka Pelajar.

Mohtar Bukhari. 1992. Posisi dan Fungsi Pendidikan Agama Islam dalam Kurikulum Perguruan Tinggi Umum,” makalah

Muhaimin. 2007. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Madrasah dan Perguruan Tinggi. Jakarta: RajaGrafindo.

Norman Denzin K & Yvonna S. Lincoln ed., 1994. London: Handbook of Qualitative Research

Paterson, Sarah. 2003. Tolerence, Beyond Intractability. Eds.Guy Burgess and Heidi Burgess, Conflict Research Consortium, University of Colorado,. diakses 2008 di www.beyondintractability.org/essay/tolerance.

Sanders, J.R. & Worthen, B.R. 2004. Educational Evaluation: Theory and practice. Worthington: Charles Publishing Company

Stufflebeam, L.D. & Shrinkfield, J. 1985. Systematic evaluation: A Self Instructional Guide to Theory and Practice. New York: Kluwer Nijhoff Publishing.

Sukardi. 2008. Evaluasi Pendidikan Prinsip dan Operasional. Yogyakarta: Bumi Aksara

Universitas Muhammadiyah Pontianak. 2015. Pedoman Pengembangan dan Pembinaan Al Islam Kemuhammadiyah bagi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak.


Refbacks