ANALISIS PENJERNIHAN AIR GAMBUT DENGAN SISTEM PENGUAPAN PADA PENGARUH PERPINDAHAN KALOR TENAGA SURYA

ade rois alhakim, eko julianto, mursalin , ade rois alhakim
eko julianto
mursalin ,

Sari


Air bersih tidak hanya jernih, tidak berbau, serta tidak berasa saja, tetapi juga harus memenuhi persyaratan kesehatan. Syarat kesehatan ini antara lain, tidak mengandung bahan kimia beracun atau kuman bakteri yang dapat mengganggu kesehatan. Air kotor adalah air yang tidak hanya sadah, tetapi juga mengandung zat padat atau cair hasil pembu-angan limbah seperti sampah, bangkai, air bekas mencuci, limbah rumah tangga, dan lain-lain. Air kotor ini tidak dapat digunakan secara langsung apalagi untuk dikonsumsi. Tujuan dari Rancang Bangun Alat Penjernih Air Tenaga Surya adalah dapat membuat alat penjernih air tenaga surya dengan sistem penyulingan. dapat mengetahui perpindahan kalor radiasi dan konduksi dan dapat mengetahui kualitas air yang dihasilkan Alat penjernih air tenaga surya yang dibuat dengan bentuk limas persegi panjang dengan sudut 300 dapat menghasilkan air bersih, hasil penyulingan yang dilakukan selama empat hari dengan waktu selama 6 jam masing-masing sebesar 3700 ml, 4050 ml, 5100 ml, dan 4850ml. dan suhu rata-rata masing-masing setiap harinya diketahui sebesar  57,18 ºC, 53,9 ºC, 50,1 ºC, dan 54,7 ºC. Dari perhitungan yang dilakuka dapat diketahui bahwa laju perpindahan kalor radiasinya terendah sebesar 10,59 watt, sedangkan laju perpindahan kalor radiasi tertimggi sebesar 468,38 watt. Laju perpindahan kalor konduksi terendah juga diketahui sebesar 259,58 watt, dan laju perpindahan kalor konduksi tertinggi sebesar 9345,02 watt. Air yang dihasilkan oleh alat penjernih air tenaga surya  layak konsumsi dikarnakan tidak terdapat bau, tidak berasa, tidak berwarna, dan pH yang di dapat dari hasil pengujian masuk dalam setandar pH air layak konsumsi yaitu kisaran dari pH 6,5 sampai 8,5.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


A. Rumaiza, Prahady, J. Prihantoro., Pengolahan Air Rawa Menjadi Air Bersih Di Daerah Timbangan Indralaya (-3,201341 Ls 104,6513881 Bt) Menggunakan Membran Ultrafiltrasi., Universitas Sriwijaya

Agus Hariyono, (2015) Perpindahan Panas: Innosain

Donald R. Pitts, Ph.D, dan Leighton E. Sissom, Ph.D., P.E. (2008). Pepindahan Kalor Edisi Kedua. Erlangga

Cengel, Yunus, A., (2003). Heat Transfer a Practical Approach 2nd Edition. New York: McGraw-Hill

Fw. Ivana Lintarsari., Karakteristik Alat Penjernih Air Tenaga Surya Dengan Kolektor Plat Gelombang., Universitas Sebelas Maret.

Iskandar Zulkarnain, Ismail Raharjo dan Kalik Istanto., rancang alat pemurni air laut tenaga surya dengan kolektor panas cermin cekung., vol. 4 No 2 Oktober 2018., Politeknik Negeri Lampung

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2010. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. 16 h.

Ketut Astawa, Made Sucipta, I Putu Gede Artha Negara., Analisa Performansi Destilasi Air Laut Tenaga Surya Menggunakan Penyerap Radiasi Surya Tipe Bergelombang Berbahan Dasar Beton., Vol. 5 No.1. April 2011 Universitas Udayana

Rio Saputra Nanda, Riad Syech, Walfred Tambunan., Rancang Bangun Sistem Penyulingan Air Gambut Dengan Energi Matahari Menggunakan Kolektor Seng Bergelombang., Universitas Riau Kampus Bina Widya Pekanbaru,

Rizki Rizaldi Hidayat., Rancang Bangun Alat Pemisah Garam Dan Air Tawar Dengan Menggunakan Energi Matahari., Institut Pertanian Bogor




DOI: http://dx.doi.org/10.29406/stek.v11i1.1942

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License

The Copyright is reserved to the Suara Teknik : Jurnal Ilmiah that is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License