ANALISA KINERJA BOILER PADA KONDISI MOISTURE DAN KALORI BATUBARA ABNORMAL TERHADAP PENGARUH PLANT HEAT RATE BTG PT. INDONESIA CHEMICAL ALUMINA TAYAN

Suwito Suwito, Eko Sarwono, Gunarto Gunarto, Eko Julianto Suwito Suwito
Eko Sarwono
Gunarto Gunarto
Eko Julianto

Sari


Boiler merupakan bejana tekan dimana menggunakan batubara sebagai bahan bakar dengan temperatur ruang bakar antara 800°C - 950°C yang mana panas dari hasil pembakaran tersebut dialirkan ke air pada waterwall sebagai pipa aliran air sehingga terbentuk air uap atau steam, selanjutnya di transferkan ke turbin melalui pipa untuk memutar sudu-sudu turbin dan shaft dihubungkan ke generator untuk menghasilkan listrik.  Batubara sebagai bahan bakar boiler memiliki parameter standar yang telah ditetapkan seperti moisture content dan kalori pada batubara.  Abnormal batubara yang terdapat pada BTG dimana moisture content dan kalori batubara tidak sesuai dengan parameter standar, moisture content yang tinggi menghambat proses pembakaran pada boiler dan kalori batubara yang rendah mengakibatkan proses pembakaran kecil sehingga membutuhkan jumlah batubara untuk proses pembakaran meningkat.  Standar parameter moisture content adalah <20% dan kalori batubara 5100 Kcal/kg, dalam kondisi abnormal tersebut kinerja boiler dapat menurun, dan pengaruh tersebut pada plant heat rate BTG.  Plant heat rate merupakan parameter untuk mengetahui keandalan suatu pembangkit, didefinisikan sebagai jumlah energi bahan bakar batubara yang dibutuhkan unit untuk menghasilkan 1 kwh, dinyatakan Kcal/kg.  Parameter data didapatkan dari ruang kontrol BTG, analisa laboratorium BTG, serta pihak ketiga untuk mengetahui nilai parameter batubara.  Dari data tersebut dilakukan pengolahan data untuk menentukan kinerja boiler pada kondisi abnormal batubara terhadap pengaruh plant heat rate, maka didapatkan hubungan grafik antara kinerja boiler, terhadap plant heat rate dengan perbandingan specific coal consumption (SCC), dari hasil perhitungan nilai aktual dibandingkan dengan nilai desain BTG.  Hasil dari analisa didapat pada bulan November, Desember 2016 dan Januari 2017 untuk kinerja boiler 81,47%; 80.27%; dan 79,48% dan untuk kinerja boiler metode tidak langsung 79,59% dimana nilai desain BTG adalah 88,2%,nilai plant heat rate 7204 Kcal/kwh; 7123,75%; dan 7570,09 Kcal/kwh dimana nilai desainnya 5314 Kcal/kwh.  Sehingga dapat dikatakan pada kinerja boiler kondisi batubara abnormal memiliki pengaruh plant heat rate suatu unit pembangkit.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdul Munif Khabib. Perhitungan Efisiensi PT. Indonesia Power UBP Suralaya. 2013.

Adhi Nugroho Agus. 2014. Analisa Pengaruh Kualitas Batubara Terhadap Biaya Pembangkitan (Studi Kasus di PLTU Rembang). Media Elektrika, Vol. 7 No. 1, Juni 2014.

Almanda Deni 2004 www.energi.lipi.go.id. Meningkatkan Efisiensi PLTU Batu Bara di akses pada 28 maret 2018.

Basuki Adi Cahyo. 2008. Analisa Konsumsi Bahan Bakar Pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap dengan Menggunakan Metode Least Square. Makalah Tugas Akhir. Semarang. Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.

Cengel, A. Yunus & Boles, A. Michael, Thermodynamics An Engineering Approach, Fourth Edition, McGaw-Hill, New York 2002.

Hendroyono Agus. 2014. Analisa Heat Rate dengan Variasi Beban Pada PLTU Paiton Baru (Unit 9). Semarang. Jurnal Teknik Energi. Vol. 10. No.1, Januari 2014; 23 – 28.

Manual Book Boiler CFB 75 ton/hour PT. ICA. 2013.

Manual Book Turbine Condensing Generator 12 MW PT.ICA. 2013.

Sugiantoro Bambang. 2007. Metode Analisis Energy Perhitungan Metode Direct and Indirect (Heat Rate/Tara Kalor) Bahan Bakar Batubara dan Pengaruhnya pada Performance Sistem Uap. Purwekerto. Sekolah Tinggi Teknik Wiworotomo. ISSN 1978-2497.




DOI: http://dx.doi.org/10.29406/stek.v10i2.1545

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License

The Copyright is reserved to the Suara Teknik : Jurnal Ilmiah that is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License