FREKUENSI PEMBERIAN CACING TUBIFEX SP YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN SEMAH (Tor douronensis)

rilo al fikri, Eka Indah Raharjo, Eko Prasetio rilo al fikri
Eka Indah Raharjo
Eko Prasetio

Sari


Ikan semah (Tor douronensis) tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan frekuensi pemberian cacing tubifex yang tepat untuk menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan semah yang terbaik.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Susunan perlakuan A, frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari B, frekuensi pemberian pakan 4 kali sehari C, frekuensi pemberian pakan 6 kali sehari D, frekuensi pemberian pakan 8 kali sehari. Variabel pengamatan meliputi pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, tingkat kelangsungan hidup.Rata-rata pertumbuhan bobot dan panjang mutlak adalah perlakuan C (1,237±0,015) dan (2,970±0,062).Tingkat kelangsungan hidup 100%.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Benny, Y. K. 2008. Teknologi Pembenihan Buatan Ikan Semah (Labeobarbus Spp) Sistem Induce Breeding Dengan Menggunakan Ovaprim. Poltek Negeri Pontianak. Kalimantan Barat.

Boyd, CE. 1991. Water Quality Management and Aeration in Shrimp Farming. Editor Alex Bocek Pedoman Teknis dari Proyek Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Pusat Litbang Perikanan Indonesia.

Cholik, 1986.Mengelola Kualitas Air Kolam Ikan.Direktorat Jendral Perikanan Bekerja Sama Dengan International Development Research Jakarta 50 hal.

Effendi I, Augustine D, Widanarni. 2006. Perkembanganenzimpencernaan larva ikanpatin, Pangasiushypophthalmussp. JurnalAkuakultur Indonesia 5: 41−49

Effendi, I. N.J. Bugri, dan Widanarni.2006. Pengaruh padat penebaranterhadapkelangsungan hidup danpertumbuhan benih ikan guramiOsphronemus gouramy.Ukuran2cm.JurnalAkuakulturIndonesia,

(2): 127-135

Effendi. 1979. Biologi Perikanan. Diklat Pengantar Perikanan Fakultas Perikanan IPB Bogor

Effendie, H. 2007. TelahKualitasBagiPengelolaanSumberDayadanLingkunganPerairan.Kansius. Yogyakarta

Effendie, M.I. 1997. BiologiPerikanan. YayasanPustakaNusatama. Yogyakarta.159 hal.

Gusrina. 2008. BudidayaIkanJilid 2. DirektoratPengembanganSekolahMenengah.

Halver, J. E., 1989.Fish Nutrition. Academic Press. New York and London. Pp. 75-80.

Rapeah, 2009. Pemanfaatan Limbah Ampas Tahu Sebagai Sumber Bahan Penyusun Pakan Benih Ikan Semah (Tor Douronensis). Skripsi, Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak.

Setiawati, E. 2012. Pengaruh Pemberian Pakan Berupa Cacing Sutra (Tubifex sp) Dengan Frekuensi Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Toman (Channa micropeltes CV.). Skripsi, Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak.

Sunarto dan Sabariah. 2009.Pemberian Pakan Buatan Dengan Dosis Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Konsumsi Pakan Benih Ikan Semah (Tor douronensis) Dalam Upaya Domestikasi.

Wardoyo, S.T.H. 1975. Pengelolaan Kualitas Air. Proyek Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi IPB. Bogor. 41 hal.

Weatherley, A.H. 1972. Growth and Ecology of Fish Population. Academic Press, New York London




DOI: http://dx.doi.org/10.29406/rya.v6i1.931

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License

The Copyright is reserved to the Jurnal Ruaya that is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License website statistics