kemampuan biodegradasi bakteri selulolitik pada ekosistem mangrove

Fiki Harjuni, Nursyirwani ., Irwan Effendi Fiki Harjuni
Nursyirwani .
Irwan Effendi

Sari


Bakteri selulolitik merupakan bakteri yang memiliki kemampuan menghidrolisis kompleks selulosa menjadi oligosakarida yang lebih kecil dan akhirnya menjadi glukosa dimana bakteri selulolitik telah banyak dikaji potensinya dalam memproduksi enzim selulase yang telah dimanfaatkan dalam berbagai bidang, seperti pada bidang pertanian, perikanan, industri dan kedokteran . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan miroba selulolitik, mengetahui waktu optimum produksi enzim selulolitik dan bagaimana kemampuan degradasi bakteri selulolitik terpilih terhadap serasah mangrove. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2019 di Laboratorium Mirobiologi Laut Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode survei dan dilanjutkan dengan analisis di laboratorium.  Data diperoleh melalui pengamatan dan pengukuran parameter lingkungan di lapangan, dan analisis sampel di laboratorium.Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolasi, seleksi (Identifikasi mikroba pada sedimen hutan mangrove Stasiun Kelautan Dumai), diperoleh 24 isolat yang memiliki kemampuan tumbuh dalam media yang mengandung CMC dengan aktifitas seluloliti tertinggi terdapat pada isolat BS.ST2.8. Hasil karakteristik isolat bakteri selulolitik secara fenotip dan genotip diketahui bahwa ketiga isolat tersebut adalah B. toyonensis. Enzim selulase terbanyak dihasilkan oleh isolat bakteri BS.ST2.8 terjadi pada jam ke -78 setelah inkubasi. Dari hasil uji lebih lanjut dengan menggunakan beberapa dosis enzim selulase isolat BS.ST2.8 terhadap substrat serasah mangrove diketahui bahwa secara umum dapat mendegradasi serat kasar pada serasah mangrove pada dosis 50%  penurunan fraksi serat NDF, ADF, selulosa dan hemiselulosa.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alemawor F, Dzogbefia VP, Oddoye EOK, Oldham JH. 2009. Enzymee cocktail for enhancing poultry utiulisation of cocoa pod husk. Scientific Research and Essay 4(6): 555-559.

Casanovas, M. A., L. Sala-Comorera, dan A. R. Blanch. 2014. “Quantification of tetracycline and chloramphenicol resistance in digestive tracts of bulls and piglets fed with Toyocerin, afeed additive containing Bacillus toyonensis spores,” Vet Microbiol., vol. 173, pp. 59–65

Dini, I.R. dan I. Munifah. 2014. Produksi dan karakterisasi enzim selulase ekstrak kasar dari bakteri yang diisolasi dari limbah rumput laut. Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia 6(3): 69-75.

Feliatra., Y. Dessy., L .Iesje., T.N. Titania dan H. Wahid. 2015. The Potential of The Isolated Probiotics Bacterial From Giant Prawns’ Digestive Tract (Macrobrachium Rosenbergii, De Man) With 16s rDNA Sequencing Technique. International Journal of Oceans and Oceanography. Vol 9(1) 110.

Gunavathy, P. and M. Boominathan. 2015. Isolation and Molecular characterization of cellulase producing bacteria from soil of Sacred Grove, Puducherry, India. International Journal of Current Microbiology and Applied Sciences 4(12):584-590.

Irfan, M., A. Safdar, Q. Syed, and M. Nadeem. 2012. Isolation and screening of Cellulolytic Bacteria from Soil and Optimization of Cellulase Production and Activity. Turkish Journal of

Biochemistry, 37 (3) : 288-289.

Lageiro, M.M., M.J. Moura, A. Reis and M.J.C. Fereira. 2007. Microbial proteases industry. J. Biotechnol. 131:S239-S240.

Lamid M. 2008. Optimalisasi Potensi Enzim Xilanase Produksi Mikroba Rumen dalam Biodegradasi Hemiselulosa pada Jerami padi sebagai Strategi Pemberian Pakan Ruminansia. Disertasi. Malang (ID): Pascasarjana Universitas Brawijaya, Malang.

Madigan MT, Martinko JM, Parker J. 2009. Brock Biology of Microorganisms. London: Prentice-Hall International (UK) Limited. hlm 991

Maki M, Leung KT, Qin W. 2009. The prospects of cellulaseproducing bacteria for the bioconversion of lignocellulosic biomass. International Journal of Biological Siences 5(5): 500–516.

Maulani, S.H., R. Kusdarwati, M.A. Alamsjah, dan K.T. Pursetyo. 2016. Isolasi dan identifikasi bakteri selulolitik dari tanah mangrove Muara Sungai Gunung Anyar, Surabaya. Journal of Marine and Coastal Science 5(1):1-8.

Meryandini, A., W. Widosari, B. Maranatha, T.C. Sunarti, N. Rachmania, dan H. Satria. 2009. Isolasi bakteri selulolitik dan karakterisasi enzimnya. Makara Sains 13(1):33-38.

Moore-Landecker E. 1990. Fundamentals of the Fungi. Fourth Edition. Prentice.

Perez J, Munoz-Dorado J, de la Rubia T, Martinez J. 2002. Biodegradation and biological treatments of cellulose,hemicellulose and lignin: an overview. Int. Microbiol. 5:53-63.

Saini JK, Arti,Tewari L. 2012. Simultaneous Isolation and Screening of Cellulolytic Bacteria: Selection of Efficient Medium. J Pure Appl Microbiol. 6(3):1339-1344.

Setiyati, W.A. dan Subagyo. 2012. Isolasi dan seleksi bakteri penghasil enzim ekstraseluler (proteolitik, amilolitik, lipolitik dan selulolitik) yang berasal dari sedimen kawasan mangrove. Ilmu Kelautan 17(3): 164-168.

Simanjuntak, I.R., Nursyirwani, D. Yoswaty. 2015. Production, decomposition rate and identification of bacteria on Avicennia alba litter in the coastal zone of Kuala Indragiri Riau Province. Jurnal Online Mahasiswa Universitas Riau, 2 (2): 1-13.

Sunarti TC, Meryandini A, Sofiyanto ME, Richana N. 2010. Saccharification of corncob using cellulolytic bacteria for bioethanol production. Biotropia. 17(2): 105–114.




DOI: http://dx.doi.org/10.29406/jr.v8i1.1519

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License

The Copyright is reserved to the Jurnal Ruaya that is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License website statistics