Pengembangan Rapid Diagnostic Test Septicemia of Catfish (ESC) Pada Ikan Patin (Pangasius pangasius) Dengan Slide Aglutinasi Test

Nanang Muhson, Iesje Lukistyowati, Windarti . Nanang Muhson
Iesje Lukistyowati
Windarti .

Sari


Aglutinasi merupakan reaksi antibodi dan antigen dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan test kit untuk mendeteksi keberadaan bakteri yang menyebabkan penyakit ikan dengan cepat. Untuk memahami apakah reaksi antigen-antibodi E. ictaluri dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit Enteric Septicemia of Catfish (ESC), sebuah penelitian telah dilakukan dari September hingga Desember 2018. Antibodi diproduksi dari kelinci yang diimunisasi E. ictaluri yang tidak aktif (dosis bertingkat, periode 4 minggu, 0,5; 1; 2; dan 3 ml / minggu masing-masing). Serum Antibodi dipanen pada minggu ke-5. Antibodi itu kemudian digunakan untuk mendeteksi keberadaan E. ictaluri pada ikan yang terinfeksi. Sepuluh ikan patin diinfeksi dengan E. ictaluri aktif (1 ml, 106CFU / ikan, injeksi intraperitoneal). Tiga hari setelah infeksi dan ikan menunjukkan gejala penyakit ESC, isolat E. ictaluri diambil dengan mengekstraksi hati dan ginjal dan kemudian isolat tersebut ditanam di media TSA selama 24 jam. Isolat E. ictaluri kemudian disebarkan dalam kaca slide, dan dicampur dengan antibodi E. ictaluri. Reaksi antigen-antibodi itu dipelajari. Reaksi positif ditunjukkan oleh adanya butiran, sedangkan reaksi negatif tidak menghasilkan butiran-butiran seperti pasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antigen E. ictaluri yang dikumpulkan dari ikan yang terinfeksi ESC bereaksi positif terhadap antigen E. ictaluri dan butiran terbentuk dalam waktu 1 menit setelah antigen - antibodi direaksikan. Antibodi E. ictaluri menunjukkan reaksi negatif terhadap antigen bakteri lain. The accuracy of Rapid Diagnostic Test based antigen – antibody agglutination is identic with the result of E. ictaluri detection using PCR. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa Uji Aglutinasi Slide dapat digunakan sebagai Tes Diagnostik Cepat untuk mendeteksi penyakit ESC pada ikan patin.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ainsworth AJ; Capley G; Waterstreet P; Munson D, 1986. Use of monoclonal antibodies in the indirect fluorescent antibody technique (IFA) for the diagnosis of Edwardsiella ictaluri. Journal of Fish Diseases, 9(5):439-444.

Amanu, S., Rifai, A. B., Syarif, A., and Fikar, M., 2015. “Development of Co- agglutination Method for Viral Nervous Necrosis from Grouper (Epinephelus sp.) in Batam”. Journal of Agricultural Science and Technology B 5 502-505.

Amanu dan Kurniasih. 2017. Prinsip Antigen, Imunogen, dan Reaksi Imunologik dengan Rapid Test Kit Pada Ikan. Cetakan Pertama. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 26-29.

Austin, B. And D. A. Austin. 2007. Bacterial Fish Pathogens Diseases in Farmed and Wild Fish. Books In Aquatic and Marine Sciences, Chichester UK Germany.

Bader JA; Shoemaker CA; Klesius PH; Connolly MA; Barbaree JM, 1998. Genomic subtyping of Edwardsiella ictaluri isolated from diseased channel catfish by arbitrarily primed polymerase chain reaction. Journal of Aquatic Animal Health, 10(1):22-27.

Cunningham FL, Jack SW, Hardin D, Wills RW. 2014. Risk factors associated with enteric septicemia of catfish on mississippi commercial catfish farms. Journal of Aquatic Animal Health 26: 84–90.

Garvey, J. S., Cremer, N. E., and Sussdorf, D. H. 1977. Methods in Immunology: A Laboratory test for Instruction and Research, 3rd ed.. Massachusetts: W. A.Benjamin Inc.

Kim JD and Park SW. 2015. Edwardsiella ictaluri infection in cultured yellow catfish Pelteobagrus fulvidraco fingerlings in Korea. Korean Journal Fish Aquatic Science 48: 725– 730.

Sakai T, Kamaishi T, Sano M, Tensha K, Arima T, Iida Y, Nagai T, Nakai T, Lida T. 2008. Outbreaks of Edwardsiella ictaluri infection in ayu Plecoglossus altivelis in Japanese Rivers. Fish Pathology 43: 152–157.

Tizard. Ian R. 2004. Immunology an Introduction. Sevent Edition. Saunders. Publiser. Texas. 145




DOI: http://dx.doi.org/10.29406/jr.v8i1.1476

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License

The Copyright is reserved to the Jurnal Ruaya that is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License website statistics