Pemanfaatan Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L) untuk Menghambat Pertumbuhan Bakteri Edwardsiella tarda

Ratna Dewi Zebua, Henni Syawal, Iesje Lukistyowati Ratna Dewi Zebua
Henni Syawal
Iesje Lukistyowati

Sari


Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2018. Penelitian ini bertujuan mengetahui bahan bioaktif yang terkandung di dalam ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L), sensitivitas ekstrak daun kersen menghambat pertumbuhan bakteri Edwardsiella tarda, dosis Minimum Inhibitory Concentration (MIC) ekstrak daun kersen yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. tarda dan  Lethal dosis50ekstrak daun kersen terhadap ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) berukuran 7-9 cm.Daun kersen diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol.Dosis ekstrak daun kersen yang digunakan adalah 10000 ppm, 9000 ppm, 8000 ppm, 7000 ppm, 6000 ppm, 5000 ppm, 4000 ppm, 3000 ppm, 2000 ppm, 1000 ppm dan Novobiocin sebagai kontrol. Hasil uji fitokimia ekstrak daun kersen adalah terpenoid/steroid,flavonoid, fenolik, dan saponin. Hasil uji kromatografi lapis tipis dengan nilai Rf terpenoid/steroid 0,88 cm, flavonoid 0,6 cm, dan fenolik 0,6 cm. Ekstrak daun kersen mampu menghambat pertumbuhan E. tarda hingga dosis 700 ppm dengan rata-rata zona hambat 6,14 mm, Minimum Inhibitory Concentration (MIC) ekstrak daun kersen adalah 700 ppm dengan rerata jumlah koloni 261,66 CFU/mL. Hasil uji toksisitas LD50 ekstrak daun kersen terhadap ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dengan metode perendaman adalah pada dosis 720,06 ppm.

Kata kunci : Ekstrak Daun Kersen, Edwardsiella tarda, antibakteri, LD50

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Alen, Y., Fitria, L. A dan Yori, Y., 2017. Analisis Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak Rebung Schizostachyum brachycladum Kurz (Kurz) pada Mencit Putih Jantan. Jurnal Sains Farmasi dan Klinis. Vol 3(2), 146-152.

Affandi, A. A. Fauzia., dan SD. Lesmana., 2009. Penentuan Dosis Hambat Minimal dan Dosis Bunuh Minimal Larutan Povidon Iodium 10% terhadap Staphylococcus aureus Resisten Metisilin (MRSA) dan Staphylococcus aureus Sensitif (MSSA). [Jurnal]. Fakultas Kedokteran Bagian Mikrobiologi Universitas Riau. 6 hlm.

Andriani, A. 2011. Skrining Fitokimia dan Uji Penghambatan Aktivitas Alpha Glukosidase Pada Ekstrak Etanol dari Beberapa Tanaman yang Digunakan Sebagai Obat Antidiabetes. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Indonesia.

Chang, R. 2007. Chemistry Ninth Edition. New York: Mc Graw Hill.

Dwijoseputro, D. 2010. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta: Penerbit Djambatan Press.

Harmita dan M Radji., 2008. Buku Ajar Analisis Hayati. Edisi 3. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Khasanah, I., Sawiryono, danSurjowardojo. 2014. Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.)Sebagai Antibakteri Terhadap Streptococcus agalactiae Penyebab Masitis Subklinis pada Sapi Perah. Jurnal Ternak Tropika. 15(2): 7-14.

Isnarianti, R.I. A., Wahyudi dan R. M. Puspita., 2013. Muntingia calabura L. Leaves Extract Inhibits Glucosyltransferase Activity of Streptococcus mutans. Journal of Dentistry Indonesia, Vol. 20(3): 59-63.

Indrowati, M dan Soegihardjo, C.J., 2005. Materi Pembelajaran Biologi (Biokimia) Deteksi Flavonoid Ekstrak Daun Kluwih (Artorpus altilis Park.). Bioedukasi2 (2): 61-64.

Lukistyowati, I., 2012. Study EfektifitasSambiloto(AndrographispaniculataNess) untukMencegahPenyakitEdwardsiellosispadaIkanPatin (Pangasiushypopthalamus).BerkalaPerikananTerubuk40(2):56-74.

Mega M, Swastini D. 2010. Screening Fitokimia dan Aktivitas Antiradikal Bebas Ekstrak Metanol Daun Gaharu (Gyrinops Versteegii). Jurnal Kimia 4 (2):187-192.

Narwiyani, S. dan Kurniarsih., 2011. Phylogenetic Tree dari Empat Isolat Edwardsiella tarda di Indonesia. Biota16(2) : 348-353.

Padmasari, P D., Astuti, K W., Warditiani, N K. 2013. Skrining Fitokimia Ekstrak Etanol 70% Rimpang Bangle (Zingiber purpureum Roxb.). Jurnal Farmasi Udayana 2 (4): 1-4.

Permatasari, G.A.A.A., I. N. K. Besung, H. Mahatmi. 2013. Daya Hambat Perasan Daun Sirsak terhadap Petumbuhan Bakteri Escherichia coli. Bali. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. IndonesiaMedicus Veterinus. 2(2): 162-169.

Susanto, D., Sudrajat dan Ruga., 2012. Studi Kandungan Bahan Aktif Tumbuhan Meranti Merah (Shorea leprosula Miq) sebagai Sumber Senyawa Antibakteri. Journal Mulawarman Scientifie. Vol. 11 (2): 181-190.

Setyowati, W. A. E dan M. A.S Cahyanto., 2016. Kandungan Kimia dan Uji Aktivitas Toksik menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) dari ekstrak daun kersen (Muntingia calabura). Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia. Vol 1(2) 41-47.

Rahman, F.A., T. Haniastuti dan T.W. Utami., 2017. Skrining fitokimia dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) pada Streptococcus mutans ATCC 35668. Majalah Kedokteran Gigi Indonesia. Vol 3(1): 1 – 7.

Tompo, A., Tjaronge dan S. Tahe., 2010. Pengaruh Pemberian Saponin dengan Dosis yang Berbeda sebagai Obat Bius pada Ikan Bandeng (Chanos chanos forsskal) Umpan. Jurnal Bidang Biologi Perikanan. Maros: Balai Riset Budidaya Perikanan Air Payau.

Waluyo, L., 2008. Teknik Metode Dasar Mikrobiology. Teknik Pengenceran dan Perhitungan bakteri. Malang: UMM Press.

Yanuhar, U., 2005. Peran molekul adhesi untuk diagnostik dan vaksin bakteri patogen. Makalah Seminar Nasional Aplikasi Bioteknologi Akuakultur. Fakultas Perikanan. Universitas Brawijaya. Malang.




DOI: http://dx.doi.org/10.29406/jr.v7i2.1469

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License

The Copyright is reserved to the Jurnal Ruaya that is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License website statistics