PENGARUH TINGKAT KARBOHIDRAT BERBEDA DALAM PAKAN TERHADAP KINERJA PERTUMBUHAN IKAN TENGADAK (Barbonymus schawenfeldii)

hendry yanto, Anandita Eka Setiadi, Dedeh Kurniasih hendry yanto
Anandita Eka Setiadi
Dedeh Kurniasih

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat karbohidrat optimal dalam pakan untuk mendukung kinerja pertumbuhanikan tengadak (Barbonymus achwanefeldii). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan yaitu tingkat karbohidrat dalam pakan yang terdiri dari 4 taraf yaitu; 10%; 20%; 30%; dan 40%, dengan 3 ulangan. Pakan percobaan yang mengandung protein sama (isoprotein) dan energi yang juga sama (isokalori) diberikan pada ikan tengadak berukuran rata-rata3,66±0,49 g yang dipelihara di akuarium selama 60 hari. Ikan tengadak diberi pakan percobaan sesuai perlakuan secara adsatiasi dengan frekwensi 3 kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan tingkat karbohidrat dalam pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan protein dan lemak tubuh, retensi protein dan lemak tubuh, laju pertumbuhn harian, jumlah konsumsi pakan harian dan efisiensi pakan. Perlakuan terbaik adalah ikan tengadak yang diberi pakan dengan kadar karbohidrat 20%, dengan nilai  kandungan protein tubuh  50,94±0,45 %; lemak tubuh 23,49±0,13 %; retensi protein 22,13±0,04 %; retensi lemak 30,93±0,01 %; laju pertumbuhan harian 3,52 %; jumlah konsumsi pakan harian 0,53±0,02 g dan efisiensi pakan 55.68±1.35 %. Tingkat karbohidrat dalam pakan ikan tengadak yang optimal adalah 22,89 %.

 

Kata Kunci: karbohidrat, kinerja pertumbuhan, kan tengadak dan Barbonymus schwanenfeldii


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bedner A. D. dan Mayes A.P. 2006. Karbohidrat yang penting secara fisiologis. Dalam R.K. Murray, D.A. Granner dan V.W. Rodwell (eds). Biokimia Harper. Edisi 27: 119-127.

Catacutan M.R. and Coloso M. R. 1997. Growth of Juvenile Asian Seabass, Lates calcarifer, Fed Varying Carbohydrate and Lipid Levels. Aquaculture, 149:137-144.

Hatlen B., Grisdale-Helland B. and Hetland J.S. 2005. Growth, Feed Utulization and Body Composition in Two Size Groups of Atlantc halibut (Hypoglossus hypoglossus) Fed Diets Differing in Protein and Carbohydrate Content. Aquaculture, 249: 401-408.

Higgs A.D., Sutton N. J. Kim H., Oakes D.J., Smith J., Biagi C., Rowshandeli M. and Devlin H. R. 2009. Influence of Dietary Concentratios of Protein, Lipid and Carbohydrate on Growth, Protein and Energy Utilization, and Plasma Titres of Growth Hormone and Insuline and Insuline-Like Growth Factor-1 Non Transgenic and Growth Hormone Transgenic Coho Salmon, Oncorhynchus kisutch (Walbaum). Aquaculture, 286: 127-137.

Hutagalung H. 2004. Karbohidrat. Universitas Sumatera Utara. Medan. 13 hal.

Huwoyon G. H. dan Kusmini I.I. 2010.Pertumbuhan Ikan Tengadak Albino dan Hitam (Barbonymus schwanenfeldii) dalam Kolam.Jurnal Iktiologi Indonesi, 10(1) : 47-54.

Huwoyon G.H., KusminiI.I. dan KristantoA.H. 2010. Keragaan Pertumbuhan Ikan Tengadak Alam (Hitam) dan Tengadak Budidaya (Merah) (Barbonymus schwanenfeldii) dalam Pemeliharaan Bersama pada Kolam Beton.Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur.501-505.

IrawanM. A. 2007. Karbohidrat. PoltonSport Science and Performance Lab., 1(3) : 1-4.

Kamarudin K.R., dan EsaY. 2009. Phylogeny and phylogeography of Barbonymus schwanenfeldii (Cyprinidae) from Malaysia inferred using partial cytochrome b mtDNA gene. Journal of Tropical Biology and Conservation.5 : 1-13.

Kusmini I.I., GustianoR., dan Mulyasari. 2010. Karakterisasi Truss Morfometrik Ikan Tengadak (Barbonymus schwanenfeldii) Asal Kalimantan Barat dengan Tengadak Albino dan Ikan Tawes Asal Jawa Barat. Prosiding Forum Teknologi Akuakultur.507-513.

Moreira I. S., Peres H., Couto A, Enes P. and Oliva-Teles A. 2008. Temperature and Dietary Carbohydrates Level Effects on Performance and Metabolic Utilization of Diets in European Sea Bass (Dicentrachus labrax) Juveniles. Aquaculture, 274: 153-160.

Rachmatika, I. 2001. Biodiversitas Ikan di DAS Mendalam Taman Nasional Betung Kerihun Kalimantan Barat.Jurnal Iktiologi Indonesia, 1(1) : 19-26.

Sudaryono A. 2008. Peranan Nutrisi dan Teknik Pemberian Pakan dalam Peningkatan Produksi Akuakultur yang Berkelanjutan. Aquacultura Indonesia, 9 (1): 39-47.

Suryadi U., Santosa U. dan Tanuwiria H.U. 2011. Strategi Eliminasi Stres Transportasi pada Sapi Potong Menggunakan Kromium Organik. Unpad Press. 188 hal.

Suwirya K., GiriN.A., MarzuqiM. dan Tridjoko. 2002. Kebutuhan Karbohidrat untuk Pertumbuhan Yuwana Ikan Kerapu Bebek, Cromilevter altivelis.Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 8(2) : 9-14.

WatanabeT. 1988. Fish Nutrition and Mariculture. Japan, JICA Textbook. 233 hal.

Yandes Z.,Affandi R., dan MokogintaI. 2003. Pengaruh Pemberian Selulosa dalam Pakan terhadap Biologis Benih Ikan Gurami (Osphronemus gourami Lac).Jurnal Iktiologi Indonesia, 3(1) : 27-33.

Yanto H., Junianto, Rostika R., Andriani Y. And Jusadi D. 2017. Different Levels on the Fermented Yellow Cornmeal in Diets for Jelawat, Leptobarbus hoevenii. Nusantara Bioscience, 9 (4): 378-384.

Yanto H., Junianto, Rostika R. Andriani Y., and Tanuwiria U. H. 2018a. Effect of Different Levels of Fermented Rice Bran for the Growth of Jelawat, Leptobarbus hoevenii. Nusantara Bioscience, 10, (2): 81-86.

Yanto H., Setiawan U.R., Raharjo, I. E., dan Farida. 2018b. Pengaruh Pemberian Dedak Halus Fermentasi dalam Pakan terhadap Pertumbuhan dan Efisiensi Pemberian Pakan Ikan Jelawat (Leptobarbus hoevenii Blkr).Jurnal Ruaya, 6 (2): 30-36.

Yuliana.2001. Pengaruh α Starch Pakan yang Berbeda Terhadap Efisiensi Pakan dan Pertumbuhan Benih Ikan Gurame (Osphronemus gouramy Lac.).Skripsi. Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, (Tidak Dipublikasikan). 35 Hal.

Yustina dan Arnentis.2002. Aspek Reproduksi Ikan Kapiek (Puntius schwanenfeldii Bleeker) di Sungai Rangau – Riau, Sumatra.Jurnal Matematika dan Sains, 7(1) : 5-14.

Zhang L. L., Zhou C.Q., and Cheng Q.Y. 2009. Effect of Dietary Carbohydrate Level on Growth Performance of Juvenile Spotted Babylon (Babylonia areolata Link 1807). Aquaculture, 295: 238–242.




DOI: http://dx.doi.org/10.29406/jr.v7i2.1468

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License

The Copyright is reserved to the Jurnal Ruaya that is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License website statistics