STATUS PERAIRAN SUNGAI KAPUAS KOTA PONTIANAK UNTUK BUDIDAYA IKAN BERDASARKAN BIOINDIKATOR PERIFITON

Hendri Saputra, rachimi ., eko prasetio

Sari


Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan kondisi perairan sungai kapuas tempat budidaya karamba jaring apung berdasarkan parameter kelimpahan jenis jenis perifitondi sungai kapuas kota pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey dengan pengambilan sampel di beberapa titik di perairan sungai kapuas. Jenis–jenis perifiton yang terdapat di perairan Sungai Kapuas selama penelitian adalah terdapat 20 jenis perifiton dari 7 kelas yaitu Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Chlorophyceae, Choraphyeeae, Protozoa, Myxophyceae dan Rotifera. Kelas Chlorophceae paling banyak jenisnya di perairan sungai kapuas. Nilai Kelimpahan perifiton selama penelitian berkisar 2800 – 12413 sel/cm2. Kelimpahan perifiton yang paling tinggi terdapatdi stasiun I dengan rerata kelimpahan 12.413 sel/ cm2. Berdasarkan pengamatan nilai rata-rata indeks keanekaragaman untuk perifiton berfluktuatif pada setiap stasiun di sungai kapuas dengan kisaran rata-rata  1,869 - 3,322, hasil perhitungan diperoleh  rata-rata indeks keanekaragaman perifiton berada pada kisaran sedang. Nilai indeks dominansi jenis (C) yang diperoleh selama penelitian di perairan sungai kapuas berkisar antara 0,006 - 0,014. Berdasarkan perhitungan kelimpahan perifiton, indeks keanekaragaman jenis (H’) dan indeks dominasi jenis (C) dapat disimpulkan bahwa kelimpahan tergolong tinggi, keanekaragaman jenis pada kisaran sedang dan tidak ada spesies yang mendominasi perairan sungai kapuas. Hasil dari pengukuran kualitas air secara umum masih mendukung kehidupan organism termasuk perifiton.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Arman, E. dan Supriyanti, S. 2007. Struktur Komunitas Perifiton pada Subtract Kaca Dilokais Pemeliharaan Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Teluk Jakarta. Peneliti Manajemen Sumberdaya Perairan. Badan Pengkajian dan 13 Penerapan Teknologi. Depatemen Kelautan dan Perikanan. 72 hal.

Asih, P. 2014. Produktivitas Primer Fitoplankton di Perairan Teluk dalam Desa Malang Rapat Bintan. Skripsi UMRAH FIKP. Tanjung Pinang.

Azim M.E., M.C.J. Verdegem, M.M. Rahman, M.A.Wahab, A.A.van Dam & M.C.M. Beveridge. 2002. Evaluation of polyculture of indian major carps in periphyton-based ponds. Aquaculture,213: 131-149.

Barus, S.L., Yusnati dan Ani S. 2013. Keanekaragaman dan Kelimpahan Perifiton di Perairan Sungai Deli Sumatera Utara. Jurnal Managemen Sumberdaya Perairan. Universitas Sumatera Utara.

Devi, I.A. 2002. Perifiton sebagai Indikator Biologi Kualitas Air di Sungai Citarum Hulu. Skripsi. Jurusan Biologi Fakultas MIPA UNPAD Jatinangor.

Fajri, N.E. dan R. Agustina. 2015. Penuntun Praktikum Ekologi Perairan. Universitas Riau. Pekan Baru.

Handayani. S dan Patria M.P., 2009. Komunitas Zooplankton di perairan Waduk Krenceng Cilegon,Banten. Makara Sains., vol 9 no 2 : 75 – 80.

Harahap, H.A., Adriman dan Eni Sumiarsih. 2015. Periphyton community Structure in the Seagrass ecosystem of the Malang Rapar Village coast, Bintan Regency, Kepulauan Riau Province. Jurnal Universitas Riau.

Hertanto, Y. 2008. Sebaran dan Asosiasi Perifiton Pada Ekosistem Padang Lamun (Enhalus acoroides) di Perairan Pulau Tidung Besar Kepulauan Seribu Jakarta Utara. Skripsi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.n Di Sungai Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Universitas Sumatera Utara.

Ikhsan, M., Izmiarti dan Indra J.Z. 2015. Komposisi dan Struktur Komunitas Fitoplankton di Danau Diatas Kabupaten Solok Sumatera Barat. Jurnal Iktiologi Universitas Andalas. 4(2).145-152 (ISSN : 2303 – 2161).

Juanda, M., Hijriah dan Yusminah H. 2012. Identifikasi Perifiton Sebagai Penentu Kualitas Air Pada Tambak Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Jurusan Biolgi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Makassar.

Karolina, Meisara, Miswar B.M. dan Rusdi L. 2014. Kualitas Air dan Hubungannya dengan Keberadaan Plankto.

Madubun, U. 2008. ProduktivitasPrimer Fitoplankton danKaitannya Dengan Unsur Haradan Cahaya di Perairan MuaraJaya Teluk Jakarta. Bogor:Institut Pertanian Bogor.

Muharram, 2006. Struktur Komunitas Perifiton dan Fitoplankton di Bagian Hulu Sungai Ciliwung, Jawa Barat. Skripsi. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. IPB Bogor.

Munthe, Y.V., Riris, A., Isnaini. 2012. Struktur Komunitas dan Sebaran Fitoplankton di Perairan Sungsang Sumatera Selatan. Universitas Sriwijaya. Maspai Jurnal 4 (1), 122 – 130.

Odum, E. P. 1993. Dasar-Dasar Ekologi. Universitas Gadjah Mada Press. Yogyakarta.

Poesponegoro,M.Notosusanto,N.1992 . sejarah nasional indonesia. Departemen pendidikan dan kebudayaan . Nusantara pada abad ke 18 dan ke-19. PT Balai Pustaka. p. 121.ISBN 9794074101.ISBN 9789794074107.

Sitompul, S. 2000. Struktur Komunitas Perifiton di Sungai Babon Semarang. Skripsi Universitas Diponegoro.

Setyobudiandi, I. Sulistiono, F. Yulianda, C. Kusmana. S. Hariyadi, A. Damar, A. Sembiring dan Bahtiar. 2009. Sampling dan Analisis Data Perikanan dan Kelautan. Makaira. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institit Pertanian Bogor. Bogor. 313 hal.

Sumengen. 1987. Metode Praktis dalam Menentukan Pencemaran Air. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Bahan Kursus Penyegar dan Musyawarah II ILUNI FK-UI, Jakarta.

Widdyastuti, R. 2011. Produktivitas Primer Perifiton di Sungai Ciampea, Desa Ciampea Udik, Bogor Pada Musim Kemarau 2010. Skripsi IPB. Bogor.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.