PENGARUH PEMBERIAN DEDAK HALUS FERMENTASI DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN EFISIENSI PEMBERIAN PAKAN IKAN JELAWAT(Leptobarbus hoevvenii Blkr)

hendry yanto, Rachmat Hutomo Setiawan, eka indah raharjo, farida .

Sari


Penelitian ini bertujuan menentukan kadar dedak halus fermentasi yang sesuai dan terbaik terhadap laju pertumbuhan harian dan tingkat kelangsungan hidup ikan jelawat. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dilakukan terdiri dari lima perlakuan dan tiga kali ulangan yaitu kadar dedak halus tidak fermentasi 10% (A), kemudian10% dedak halus fermentasi (B),  20% (C), 30% (D) dan 40% (E). Analisis statistic menggunakan analisis ragam, dan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan satu dengan perlakuan yang lainnya digunakan Uji Beda Nyata Jujur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dedak halus fermentasi yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap retensi protein, retensi lemak, laju pertumbuhan harian, dan efesiensi pemanfaatan pakan (P<0,05). Pakan dengan kadar 30% dedak halus fermentasi menghasilkan laju pertumbuhan harian (3,03%) dan efesiensi pemberian pakan (55,93%) dan kelangsungan hidup (100%) adalah yang terbaik untuk ikan jelawat.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Andriyani. 1997. Pengaruh Pemberian Pakan dengan Kadar Protein Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Benih Jelawat(Leptobarbus hoevenii) Yang Dipelihara Di Dalam Hapa. Skripsi. Fakultas Pertanian Jurusan Budidaya Perairan UMP. Pontianak.

Balai Penelitian Perikanan Air Tawar. 1996. Penentuan Kebutuhan Kadar Protein Pakan untuk Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Jelawat (Leptobarbus hoevenii). Puslitbang Perikanan, Badan Litbang Pertanian : 35-37.

Handayani, S. 2006. Studi efesiensi Pemanfaatan Karbohidrat Pakan Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Efesiensi Pakan Ikan Gurame (Osphronemus gouramy Lacapede). Ukuran 70-80 g. Thesis Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor. 55 hal. [Tidak dipublikasikan].

Hardjamulia A. 1992. Penerapan Teknologi Pembenihan Ikan Jelawat (Leptobarbus hoevenii) di Kalimantan Barat. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 14 (6): 1-3.

Hutagalung, H. 2004. Karbohidrat. Universitas Sumatera Utara. Medan. 13 hal.

Mokoginta, I. Suprayudi, M.A. Setiawan M. 1995. Kebutuhan Optimum Protein dan Energi Pakan Benih Ikan Gurame (Osphronemus gourami lac).Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 1 (3) : 82–94.

National Research Councill (NRC) (1983). Nutrien Requirements of Warmwater Fishes and Shellfish. Nasional Academy of Science. Washington D.C. 63 pp.

Pawiroharsono S. 2007. Potensi Pengembangan Industri dan Bioekonomi Berbasis Makanan Fermentasi Tradisional. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, (5) 2: 85-91.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan. 1992. Teknologi Pembenihan Ikan Jelawat (Leptobarbus hoeveni) secara Terkontrol. Dept. Pertanian, Badan Litbang Pertanian.

Rebegnatar, I. N. S. dan Wahyu Hidayat. 1992. Estimasi Perbandingan Optimal Energi dan protein Dalam Pakan Buatan Untuk Pembesaran Benih Ikan Lele (Clarias bratachus) Dalam Budidaya Keramba Jaring Apung. Pros. Seminar Hasil Penelitian Perikanan Air Tawar. Balai Penenlitian Perikanan Air Tawar. Bogor. 19-28 p

Suhenda N., Samsudin R., dan Melati I. 2010. Peningkatkatan Kualitas Nabati (dedak Padi dan Dedak Polar) melalui Fermentasi (Rhizopus oligosporus) dan Penggunaanya dalam Pakan Ikan Mas (Cyprinus carpio). Prosiding Forum Inovasi Teknlogi Akuakultur : 679—685.

Sunarno dan Djajasewaka H. 1988. Pengaruh Beberapa Sumber Protein Hewani Terhadap Pertumbuhan dan Konversi Pakan Benih Ikan Jelawat (Leptobarbus hoevenii Blkr.). Bull. Penel. Darat, 7 (2): 90-95.

Suprayudi A.M., Edriani G. dan Ekasari J. 2012. Evaluasi Kualitas Produk Fermentasi berbagai Bahan Baku Samping Agroindustri Lokal: Pengaruhnya Terhadap Kecernaan Serta Kinerja Pertumbuhan Juvenil Ikan Mas. Jurnal Akuakultur Indonesia, 2 (8): 9—14.

Syamsunarno, M. B. 2008. Pengaruh Rasio Energi-Protein yang Berbeda pada Kadar. Protein Pakan 30% Terhadap Kinerja Pertumbuhan Benih Ikan Patin. (Pangasius hypophthalmus). [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Warta Perikanan. 2010. Ikan Jelawat Primadona Sejumlah Daerah. Direktorat Pemasaran Dalam Negeri, Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan: 10-11.

Watanabe T. 1988. Fish Nutrition and Mariculture Tokyo: Department of Aquatic Bioscience. Tokyo University of Fisheries, JICA.

Yamin M. 2008. Pemanfaatan Ampas Kelapa dan Ampas Kelapa fermentasi dalam Ransum terhadap efesiensi ransum dan Income Over Feed Cost Ayam Pedaging. J. Agroland 15 (2) : 135—139.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.