ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN DAN STATUS KESEHATAN MASYARAKAT DI SEKITAR TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH BATU LAYANG KOTA PONTIANAK

Rochmawati Rochmawati Rochmawati Rochmawati

Sari


Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran kualitas tanah, udara dan kepadatan vektor dan status kesehatan masyarakat di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Batulayang kota Pontianak. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan Cross sectional. Besar sampel penelitian sebanyak 30 rumah responden yang berada di sekitar TPA Batulayang Kota Pontianak yang tersebar hingga jarak 300 meter dari TPA Batulayang. Analisis statistik menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95 %.

Hasil penelitian yang dilakukan bahwa pencemaran tanah masih dibawah NAB dengan kandungan Cd dalam ubi kayu sebesar <0,02 mg/kg. Pencemaran udara pada kadar gas SO2 memenuhi syarat, sedangkan kadar gas H2S, NH3, dan CH4 tidak memenuhi syarat. Kepadatan lalat dirumah responden disekitar TPA Batulayang menunjukan bahwa kategori kepadatan lalat tinggi/padat sebanyak 10 rumah, sedang sebanyak 17 rumah dan rendah sebanyak 3 rumah. Masyarakat yang menderita diare sebanyak 9 orang (30%), dan yang tidak menderita diare sebanyak 21 orang (70%). Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa (p>0.05, p value=0.398), maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat kepadatan lalat dengan kejadian diare pada masyarakat di TPA Batulayang.

Disarankan bagi masyarakat lebih menjaga dan memelihara lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembangbiaknya vektor penyakit terutama yang disebabkan oleh keberadaan sampah. Untuk masyarakat hendaknya menerapkan PHBS agar kesehatan dan kebersihan lingkungan selalu tetap terjaga.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Amalia, Deka. 2010. Hubungan Jarak dan Kualitas Fisik Rumah Dengan Kadar Gas Metana (CH4) Dalam Rumah di Sekitar TPA Batulayang Pontianak Utara. Skripsi. Pontianak : Program Sarjana Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pontianak.

Depkes RI.2001. Pedoman Pemberantasan Penyakit Diare. Menteri Kesehatan Republik Indonesia No: 1215/Menkes/SK/XI/2001. Departemen Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal PPM dan PL.

Dirjen PPM & PL, 2001. Parameter Pencemaran Udara dan Dampaknya Terhadap Kesehatan, Jakarta: Departemen Kesehatan R.I.

Fidiawati, L dan Sudarmaji. 2013. Pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah Kabupaten Jombang Dan Kesehatan Lingkungan Sekitarnya. Jurnal KesehatanLingkungan Vol. 7, No. 1 Juli 2013: 45- 53

Ginting, Limin.2000. Pengukuran Tingkat Kepadatan Lalat Pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Kota Binjai. Skripsi . Sumatera Utara. Program Pasca Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.

Harahap,V.N. 2013. Analisa Kandungan Kadmium Dalam Beras Yang Berasal Dari Tanaman Padi (Oryza Sativa) Di Sekitar Tpa Namo Bintang Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang. Skripsi.Sumatera Utara : Program Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara.

Kepmenkes No. 829/Menkes/SK/VII/1999 tentang Persyaratan Kesehatan Perumahan dan Lingkungan Pemukiman, Jakarta: Departemen Kesehatan R.I.

Keputusan Mentri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. KEP-02/MENKLH/1/1988Pedoman Penetapan Baku Mutu Lingkungan.

Kusdianti, Solihat. R, Hafsah, Tresnawati. E. 2014. Analisis Pertumbuhan Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum L) Pada Tanah Yang Terakumulasi Logam Berat Cadmium (Cd). Jurnal Pengetahuan Alam, 25 Februari 2014

Meirinda. 2008. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kualitas Udara Dalam Rumah Di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan. Tesis. Medan : Program Pasca Sarjana USU (tidak dipublikasikan).

Nopriani, L.S. 2011. Teknik Uji Cepat Untuk Identifikasi PencemaranLogam Berat Tanah Di Lahan Apel Batu. Proposal Disertasi: Program Doktor Pengelolaan Sumber Daya Alam & Lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Notoatmodjo, Soekidjo. 2012.Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta : Rineka Cipta.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran Udara : Presiden Republik Indonesia

Profil TPA IPLT Batulayang Pontianak 2010. Dinas Kebersihan Dan Pertamanan.

Rachmawati, S. 2000. Upaya Pengelolaan Lingkungan Usaha Peternakan Ayam. Jurnal Wartazoa Vol. 9 No. 2.

Republik Indonesia. 2008. Undang-undang Republik Indonesia No 18 tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah. Jakarta. Pemerintah Republik Indonesia.

Rudianto, H dan Azizah R. 2005. Studi Tentang Perbedaan Jarak Perumahan Ke TPA Sampah Open Dumping Dengan Indikator Tingkat Kepadatan Lalat Dan Kejadian Diare (Studi Di Desa Kenep Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan). Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 1, No.2, Januari 2005.

Soedomo, Moestikahadi. 2001. Pencemaran Udara, Bandung : ITB.

Soemirat. S, Juli. 2001. Kesehatan Lingkungan, Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

_________________2007. Kesehatan Lingkungan, Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

_________________2009. Kesehatan Lingkungan, Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

Sudarman. 2010. Meminimalkan Daya Dukung Sampah Terhadap Pemanasan Global. Jurnal Profesional Vol. 8, No. 1, Mei 2010, ISSN 1693-3745

Sudarwin. 2008 Analisis Spasial Pencemaran Logam Berat (Pb Dan Cd) Pada Sedimen Aliran SungaiDari Tempat Pembuangan Akhir (TPA)Sampah Jatibarang Semarang. Thesis. Semarang : Program Pasca Sarjana Fakultas Kesehatan Universitas Diponegoro.

Sunu, Prayuda. 2001. Melindungi Lingkungan Dengan Menerapkan ISO 14001, Jakarta : PT. Grasindo.

Wijayanti,P.D. 2009. Hubungan Kepadatan Lalat Dengan Kejadian Diare Pada Balita Yang Bermukim Sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Bantar Gebang. Skripsi. Depok : Program Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.29406/jkmk.v4i3.901

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##

PKP