FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI TUBEKTOMI PADA PASANGAN USIA SUBUR

Fitria Sawiyya Sufiati, Mardjan Mardjan, Ismael Saleh Fitria Sawiyya Sufiati
Mardjan Mardjan
Ismael Saleh

Abstract


Latar belakang : Metode kontrasepsi merupakan usaha untuk menurunkan angka
kesakitan dan kematian yang tinggi akibat kehamilan. Setiap metode mempunyai kelebihan dan kekurangan sehingga terkadang pemilihannya menjadi masalah bagi pasangan usia subur. Kontrasepsi tubektomi merupakan kontrasepsi jangka panjang (permanen) dan relatif tidak menimbulkan efek samping. Kontrasepsi tubektomi di anjurkan bagi pasangan usia subur yang
sudah mempunyai anak minimal 2 orang dan usia ibu diatas 26 tahun. hal ini disebabkan karena kehamilan usia diatas 26 tahun berisiko tinggi dan sangat rentan terhadap penyakit. Di Indonesia Terjadi peningkatan signifikan AKI dari 228 (2007) menjadi 359 (2012) per 100.000 kelahiran hidup. Pemakaian kontrasepsi mantap khususnya Metode Operasi Wanita (MOW) di
wilayah kerja Puskesmas Kec. Pontianak Kota 2010 dengan tahun 2011 dan tahun 2012 mengalami penurunan yang signifikan dari 8,8%, 1,9% menjadi 0,3%. Pengguna tubektomi di Puskesmas Kec.Pontianak Kota yakni 59 kasus.
Tujuan :Untuk mengetahui faktor resiko (faktor ekonomi, sosial budaya (kepercayaan) dan dukungan suami) dengan pemilihan metode kontrasepsi tubektomi pada pasangan usia subur di Puskesmas Kec. Pontianak Kota.
Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional bersifat analitik dengan rancangan penelitian case control. Ukuran sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 66 responden (22 kasus dan 44 kotrol). Uji statistik menggunakan analisis bivariat chi-square test dengan taraf signifikan 95% dan untuk mengetahui besarnya resiko menggunakan odds ratio (OR).
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara faktor ekonomi (p 0,000), sosial budaya (kepercayaan) (p 0,034),dukungan suami (p 0,000) dengan pemilihan kontrasepsi tubektomi di Puskesmas Kec.Pontianak Kota. Saran : Para pekerja kesehatan dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana diharapkan berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran pasangan usia subur dengan memberikan perpanjangan berkelanjutan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan partisipasi mereka dalam menggnakan tubektomi.




DOI: http://dx.doi.org/10.29406/jjum.v2i1.159

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

The Copyright is reserved to the JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan that is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License