FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKAWINAN USIA MUDA PADA REMAJA PUTRI USIA 10-19 TAHUN DI KECAMATAN SELAKAU KABUPATEN SAMBAS

Ayuning Aulia, Muhammad Taufik, Lidia Hastuti Ayuning Aulia
Muhammad Taufik
Lidia Hastuti

Abstract


Perkawinan usia muda merupakan perkawinan yang dilakukan pada usia kurang dari 20 tahun pada remaja putri. Ditinjau dari aspek kesehatan, psikologis, ekonomi, dan sosial masih belum siap untuk berumah tangga. Kecamatan Selakau memiliki jumlah pasangan usia subur tertinggi di Kabupaten Sambas pada tahun 2011-2013. Tahun 2011 sebanyak 1826 (0,06%), tahun 2012 sebanyak 1743 (0,05%), tahun 2013 sebanyak 1759 (0,05%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perkawinan usia muda pada remaja putri usia 10-19 tahun di Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas. Penelitian menggunakan desain kasus kontrol. Sampel penelitian sebanyak 44 orang (22 kasus dan 22 kontrol) diambil dengan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu chi-square dengan tingkat kepercayaan
95%. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan antara pendidikan (p value=0,021, OR=12,000, 95% CI=1,348-106,803), motivasi melanjutkan pendidikan (p value=0,000, OR=16,889, 95% CI=3,631-78,560), media pornogafi (p value= 0,001, OR= 12,000, 95% CI=2,862-50,306), pengetahuan (p value=0,032, OR=4,911, 95% CI=1,325-18,205) dengan perkawinan usia muda. Variabel yang tidak berhubungan yaitu penghasilan orang tua (p
value=1,000, OR=0,633, 95% CI=0,095-4,218). Disarankan kepada BKKBN Provinsi Kalimantan Barat untuk memberikan pemahaman tentang kesehatan reproduksi kepada remaja putri maupun orang tua agar tidak terjadi perkawinan usia muda.




DOI: http://dx.doi.org/10.29406/jjum.v2i3.139

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

The Copyright is reserved to the JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan that is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License