FAKTOR RISIKO KEJADIAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM TIFOID PADA ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUI KAKAP DAN PUSKESMAS SUI DURIAN

Bagus Fendi Kusuma Bagus Fendi Kusuma

Abstract


Latar Belakang : Demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, penyakit ini ditularkan melalui konsumsi makanan atau minuman yang tercemar oleh tinja atau urin orang yang terinfeksi. Anak merupakan yang paling rentan terkena demam tifoid. Puskesmas Sui Kakap merupakan puskesmas tertinggi peningkatan kasus tifoid pada tahun 2014 bulan Januari – Mei sebesar 118 kasus. Puskesmas Sui Durian merupakan puskesmas tertinggi ke 3 pada
tahun 2014 bulan Januari – Mei sebesar 49 kasus.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian demam tifoid pada anak di wilayah kerja Puskesmas Sui Kakap dan Puskesmas Sui Durian.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol. Sampel penelitian sebanyak 50 responden (25 kasus dan 25 kontrol) diambil menggunakan teknik simple random sampling. Menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara cuci tangan setelah BAB ( p value = 0,015; OR = 4,846), kebiasaan memanaskan makanan (p value = 0,024; OR = 3,77) dan kebiasaan membeli makanan jadi di luar rumah (p value = 0,031; OR = 4,12) dengan kejadian tifoid pada anak. Variabel yang tidak berhubungan yaitu cara mengkonsumsi lalapan dan buah (p value = 0,771) , cara penyajian makanan (p value = 0,702), dan cara memasak air minum (p value = 0,744).
Saran : Disarankan hendaknya membiasakan anak dalam mencuci tangan dengan benar, mengawasi dan memberi arahan kepada anak tentang memilih jajanan yang baik dan sehat dan membiasakan memanaskan makanan sebelum dikonsumsi maksimal 6 jam setelah pengolahan awal akan mencegah penyakit tifoid.




DOI: http://dx.doi.org/10.29406/jjum.v2i1.131

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

The Copyright is reserved to the JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan that is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License