Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Motorik Pada Anak Stunting Usia 3-5 Tahun (Studi Kasus Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedukul Kabupaten Sanggau)

Elly Trisnawati, Dedi Alamsyah, Asriani Kurniawati Elly Trisnawati
Dedi Alamsyah
Asriani Kurniawati

Abstract


Latar Belakang: Perkembangan motorik yang terlambat merupakan salah satu dampak dari stunting pada anak yang berarti anak belum bisa melakukan tugas perkembangan yang sesuai dengan kelompok usianya. Kemampuan motorik anak stunting yang terlambat dikarenakan kemampuan mekanik dari striped muscle yang sangat rendah sehingga kemampuan otot bergerak lambat.
Tujuan penelitian: mengetahui faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan motorik halus pada anak stunting usia 3-5 tahun.
Metode Penelitian: desain ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 68 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Uji statistik yang digunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara stimulasi psikososial (p value=0,020), pengetahuan ibu (p value=0,046), asupan zinc (p value=0,019), riwayat BBLR (p value=0,010) dengan motorik halus anak stunting. Variabel yang tidak berhubungan yaitu pemberian ASI eksklusif (p value=0,478) dan asupan besi (p value=0,518).
Saran: Disarankan kepada orang tua untuk meningkatkan pemberian stimulasi kepada anak sesuai dengan usia perkembangannya dan mengkonsumsi makanan yang mengandung asupan zinc dan besi pada anak.



DOI: http://dx.doi.org/10.29406/jjum.v4i2.1274

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

The Copyright is reserved to the JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan that is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License