HUBUNGAN ANTARA KUALITAS FISIK UDARA DENGAN KADAR KARBON MONOKSIDA (CO) PADA CAFE/HOSPOTAN DI KOTA PONTIANAK TAHUN 2017

Septia Ulandari, Tedy Dian Pradana, Selviana Selviana Septia Ulandari
Tedy Dian Pradana
Selviana Selviana

Abstract


Gas karbon monoksida adalah gas yang tidak berwarna, tidak berbau tetapi berdampak buruk bagi kehidupan karena mengandung racun. Karbon monoksida merupakan gas yang mampu mengkontaminasi darah dan menghambat asupan oksigen ke paru-paru. Karbon monoksida terbanyak bersumber dari proses pembakaran antara lain emisi gas buang kendaraan, asap rokok, asap industri dan pembakaran sampah
Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik, dengan rancangan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu ruang cafe/hospotan seluruh kota Pontianak berjumlah 202 dengan sampel 40 cafe/hospotan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (menggunakan uji korelasi pearson product moment dan rank spearmen).
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara suhu, luas ruangan, jumlah perokok dan jumlah pengunjung dengan kadar gas karbon monoksida (suhu, p=0,002, r=0,477. Luas ruangan, p=0,001, r=0,486. Jumlah perokok, p=0,000, r=0,784. Dan jumlah pengunjung, p=0,000, r=0,816), tidak ada hubungan antara kecepatan udara dengan kadar gas karbon monoksida (kecepatan udara, p=0,888, r=0,23).
Sebaiknya pemilik cafe/hospotan dapat memberikan ruangan cafe/hospotan cerobong penghisap udara dan memfasilitasi kipas angin/ AC yang lebih memadai yang sesuai dengan luas ruangan, serta tata letak kipas angin yang benar dan tepat



DOI: http://dx.doi.org/10.29406/jjum.v4i2.1271

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

The Copyright is reserved to the JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan that is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License