Gambaran Epidemiologi Kejadian Pneumonia Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Raya Dalam Kabupaten Kubu Raya

Erik Firdaus, Ismael Saleh, Dedi Alamsyah Erik Firdaus
Ismael Saleh
Dedi Alamsyah

Abstract


Latar Belakang, penyakit pneumonia merupakan salah satu penyakit penyebab kematian pada balita di negara-negara yang sedang berkembang . Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru atau al veoli. Terjadinya pneumonia pada anak seringkali bersamaan dengan proses infeksi akut pada bronkus (biasa disebut bronkhopneumonia).
Tujuan Penelitian, ini untuk mengetahui gambaran epidemiologi penyakit pneumonia (BBLR, Imunisasi, Perilaku Ibu, Perilaku Merokok, Racun Nyamuk Bakar, Ventilasi dan Kepadatan Hunian) diwilayah kerja Puskesmas Sungai Raya Dalam Kabupaten Kubu Raya.
Metode Penelitian, adalah observasional dimana penelitian bertujuan mengetahui secara langsung suatu keadaan yang terjadi dilapangan. Rancangan penelitian ini adalah rancangan analisis deskriptif. Penelitian ini yang menjadi populasi adalah ibu yang memiliki balita yang menderita pneumonia dari bulan Januari sampai dengan agustus 2016 dengan jumlah 49 balita.
Hasil Penelitian : Bahwa gambaran status BBLR penderita masih rendah 10 (20,4%) dari 49 responden. kepadatan hunian balita penderita pneumonia yang tidak memenuhi syarat 24(49%) dan yang memenuhi syarat 25 (51%). lingkungan balita penderita dapat dilihat dari distribusi frekuensi ventilasi yang memenuhi syarat 19 (38,8%) tidak memenuhi syarat 30 (61,2%). status imunisasi balita penderita pneumonia sangat rendah 32 (65,3%) dari 49 responden. perilaku ibu terhadap balita penderita pneumonia menunjukan sikap ibu bahwa kurangnya kesadaran ibu dalam kebersihan mencuci tangan sebelum menggendong bayi berjumlah 100% tidak cuci tangan, sering membawa bayi/balita keluar rumah 31 (63,3%) responden, membuka jendela, pintu dan ventilasi 39 (79,6%) dan sering membawa balita berkendara dengan sepeda motor 38 (77,6). perilaku merokok anggota keluarga dilihat dari hasil per item perilaku merokok 35 (71,4%), perilaku merokok dalam ruangan 36 (73,5%), perilaku perokok sering menggendong 31(63,3%) dan perokok menggendong bayi dengan memakai pakaian yang sama 35(71,4%). penggunaan racun nyamuk bakar 12 (24,5%), keseringan memakai racun nyamuk bakar 7 (14,3%) jumlah lingkar racun nyamuk yang dibakar lebih dari 12 jam 2 (4,1%) dan balita sering berada dalam ruangan yang ada racun nyamuk bakar 13 (26,5%).
Saran, bagi Puskesmas diharapkan dapat meningkatkan program penyuluhan kesehatan. Bagi kecamatan sebaiknya dapat menghimbau PHBS.



DOI: http://dx.doi.org/10.29406/jjum.v4i2.1270

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

The Copyright is reserved to the JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan that is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License