STUDI PRAKTIK HIGIENE PENJAMAH DAN KEBERADAAN KUMAN COLIFORM PADA CINCAU HITAM KOTA PONTIANAK 2017

Didi Yulianto, Rochmawati Rochmawati, Selviana Selviana Didi Yulianto
Rochmawati Rochmawati
Selviana Selviana

Abstract


Kontaminasi organisme berbahaya dalam makanan disebabkan oleh praktik higene yang tidak baik. Adanya coliform menunjukkan suatu tanda praktik higiene yang tidak baik karena penyebaran coliform secara aktif melalui kegiatan tangan ke mulut atau secara pasif melalui makanan. BPOM kota Pontianak juga melaporkan kasus keracunan dari rumah sakit di provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2012 sebanyak 14 kasus, pada tahun 2013 sebanyak 3 kasus, dan pada tahun 2014 tercatat sebanyak 6 kasus. Tujuan penelitian ini adalah studi praktik higiene penjamah dan keberadaan kuman coliform pada cincau hitam kota Pontianak tahun 2017. Desain penelitian observasional deskriptif. Jumlah sampel penelitian 5 tempat pembuatan cincau hitam dan 16 penjamah makanan. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuku penjamah tidak bersih (75,0%), pakaian yang tidak bersih (68,8%), mencuci tangan yang kurang baik (87,5%), pekerja dalam keadaan sakit (56,3%), tidak menggunakan alat bantu saat kontak dengan makanan (25,0%), merokok saat bekerja (12,5%), berbicara saat bekerja (81,3%). Semua sampel yang diteliti mengandung coliform dengan jumlah mencapai 79 MPN/100ml. Diharapakan pekerja yang mengolah cincau hitam dapat menjaga kebersihan kuku, memperhatikan kebersihan pakaian, tidak merokok ketika mengolah makanan, serta sebelum dan sesudah mengolah makanan harus mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir yang bersih.



DOI: http://dx.doi.org/10.29406/jjum.v4i2.1267

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License

The Copyright is reserved to the JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan that is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License