IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI VIRUS KHV (KOI HERVES VIRUS) PADA IKAN MAS (CPYRINUS CARPIO) DENGAN MENGGUNAKAN METODE PCR (POLYMERASE CHAIN REACTION)

Syarif Aprianto, Rachimi ., Eko Prasetio Syarif Aprianto
Rachimi .
Eko Prasetio

Sari


Ikan mas(Cyprinus carpio) adalah sejenis ikan konsumsi air tawar. Ikan mas atau Ikan karper adalah ikan air tawar yang bernilai ekonomis penting dan sudah tersebar luas di Indonesia. Di Pontianak sendiri ikan mas adalah jenis ikan budidaya keramba serta kolam, ikan ini digemari para pembudidaya karena selain mudah untuk pembesarannya, ikan mas tahan terhadap perubahan kualitas air yang sangat cepat. Virus merupakan HPIK ( Hama Penyakit Ikan Karantina) golongan satu (1) berdasarkan Kepmen karantina ikan no 26 tahun 2013. Gejala Klinis Ikan Mas yang Terinfeksi KHV pada bagian insang ikan terjadi necrosis. Pemeriksaan virus dapat di identifikasi dengan beberapa cara diantaranya menggunakan metode PCR (Polymerase chain reaction. KHV yang juga dikenal sebagai Cyprinid herpesvirus-3 (CyHV-3) merupakan virus yang menginfeksi ikan mas dan ikan koi pada lingkungan budidaya maupun alam liar. Pada pemeriksaan dan identifikasi KHV yang dilakukan saat penelitian antara lain pemeriksan gejala klinis, pemeriksaan organ insang, identifikasi KHV, tingkat prevalensi, penyebaran serangan dan analisa kualitas air. Inilah rangkaian alur pemeriksaan virus KHV pada ikan mas yang dilakukan di SKIPM Kelas I Pontianak

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Afrianto, dan E. Liviawaty, E., 1992. Pengendalian Hama & Penyakit Ikan. Kanisisus. Cetakan Pertama. 89 hal., Yogyakarta.

Amri, K & Khairumam. 2002. Menanggulangi Penyakit Pada Ikan Mas dan Koi. PT Agromedia Pustaka. Jakarta.

Anonim, 2013, Intruksi Pemeriksaan Virus Dengan Metode PCR, Juknis PHPI, BUSKIPM, Jakarta.

Anonim, 2013 Instruksi Manual Pemeriksaan Virus Dengan Metode PCR. Juknis PHPI. BUSKIPM. Jakarta.

.

Anonim, 2007. Penyakit Ikan Karantina Golongan Bakteri. Pusat Karantina Ikan. Departemen Kelautan dan Perikanan. Jakarta. 66 hal.

Anonim, 2013. Pedoman Pemantauan HPI/HPIK Pusat Karantina Ikan. PUSKARI. Jakarta.

.

Anonim. 2012. IQ2000 irido instruction manual. GeneReach Biotechnology Corp. Taiwan.

Anonim, 2009. Diagnosis Penyakit Viral. Universitas Gajahmada. Yogyakarta.

Ardana Kurniaji, S.Pi 2015 Evaluasi Imunitas Material Ikan Mas (Cyprinus carpio) Menggunakan Vaksin DNA Anti KHV GP-25 Dengan Waktu Vaksinasi Pra-Pijah Berbeda

Audoyz.blogspot.com/2008_04_01 Archive.html. PCR Untuk Diagnosa Suatu Penyakit. Accesed april2008.

Bataviase.co.id/node/10.Hasil Tes PCR.accsed (februari 2010)/ 10:00 Wib

Beswandjarum.com/…/04. Polymerase Chain Reaction (PCR).Accesed (april 2010)/ 10:10 Wib

Bing, D.H., Boles. C., Rehman, F.N., Audeh., M., Belmarsh, M., Kelley, B., dan Adams, C.P., 1996. Jembatan Amplifikasi System Fasasolid PCR Untuk Amplifikasi Dan Deteksi Perbedaan Alelik Dalam Salinan Gen Tunggal., Prosiding, Simposium Internasional Ketujuh Manusia, Identifikasi Genetic Indentity Konferensi.

Burnie, David. 2008. Eyewitness Bird. New York: DK Publishing.

Defenisi Penyakit Dalam Patologi Ikan www.defishery.files.wordpress.com

David, B., 2013. The Animal Book. A Visual Encyclopedia of Life on Earth DK. Publish. ISBN.1465414576 (ISBN13: 9781465414571).

Edwin Lutfi. 2018 . Koi Herpes Virus Sapu Bersih Produksi Ikan Mas Di Indonesia. Balai Riset Budidaya Ikan Hias

.

Farid Mudlofar,dkk (2013). Analisa Usaha Pembesaran Ikan Mas (Cyprinus Carpio) Pada Keramba Jaring Apung Di Kelurahan Parit

Gilad O., Yun S., Zagmutt-Vergara FJ., Leutenegger CM., Bercovier H., Hendrick RP. 2004. Concentrations of a koi herpesvirus (KHV) in tissues of experimentally infected Cyprinus carpio koi as assessed by real-time TaqMan PCR. Dis Aqua Org 60: 179-187.

Hadioetomo. R. 1993. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Hernowo. 2005. Kualitas Air Pemeliharaan Ikan Air Tawar. Agromedia Pustaka, Jakarta.

.

Herlina. 2002. Pembesaran Ikan Mas di kolam Air Deras. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Khairuman. S. Dodi dan G. Bambang. 2008. Budidaya Ikan Mas Secara Intensif. Pt Agromedia Pustaka. Jakarta. 358 Hal Fitriya T.R.,. 2015. Keefektifan Metode Isolasi DNA Kit dan CTAB/NaCl yang Dimodifikasi pada Staphylococcus aureus dan Shigella dysentriae. Jurnal LenteraBio Vol. 4 No. 1, Januari 2015: 87–92. Universitas Negeri Surabaya.

Khairuman dan D. Sudenda. 2002. Budidaya Ikan Mas Secara Intensif. Agro Media Pustaka. Tangerang.

Kimball, J., 1983. Biologi Jilid 2 Edisi kelima, Erlangga, Jakarta.

Kordi K. 2009. Penanggulangan Hama Dan Penyakit Ikan. PT Rineka Cipta. Jakarta

Kary B. Mullis. 1985. Amplifikasi Polymerase Chain Reaction (PCR)

Keputusan Kepala BKIPM. 2014. Petunjuk Teknis Surveilen HPIK/ HPTT Di Unit Usaha Pembudidaya Ikan. KKP. Nomor.367.

Lembar Informasi Pertanian (Liptan) Ip2tp Mataram. 2000. Ikan Mas Rajadanu. Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Mataram No. 06/Liptan/2000. Diterbitkan Nopember 2000 Agdex : 442. 4 Hal

Manoppo. H., Magdalena. E.F., dan Kolopita., 2014. Respon Imun Krustase. Artikel Budidaya Perairan. Vol. 2 No. 2: 22 – 26.

Koesharyani Isti dan Lila Gardenia. 2015. Metode deteksi cepat white spot syndrome virus (wssv) dan infectiuos myonecrosis virus (imnv) menggunakan portabel/mobile Polymerase chain reaction. Media Akuakultur Vol. 10 No. 1 Tahun 2015: 43-49. Pusat Penelitian Pengembangan Perikanan Budidaya. Mulyani Y., 2010. Perbandingan Beberapa Metode Isolasi DNA Untuk Deteksi Koi Herpes Virus (KHV) Pada Ikan Mas (Cyprinus carpio). Jurnal Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran. Jatinangor.

OIE. 2003. Manual for Diagnostic Test Aquatic Animals. Office International Des Epizootifs. Paris.

Kordi K. 2009. Penanggulangan Hama dan Penyakit Ikan. Jakarta: PT Rineka Cipta

PCR Station., 2009.Nested PCR.Hhtl:/www.pcrstation.com/nested_pcr/accesed 26 april 2009/ 10:05 Wib.

Pelczar. M.J. dan Chan. E.S.C., 1998. Dasar-Dasar Mikrobiologi II Universitas Indonesia. Jakarta.

Pranawaty, Rina Novita, Ibnu Dwi Buwono, dan Evi Liviawaty. 2012 Aplikasi Polymerase Chain Reaction (PCR) konvensional dan Real-Time PCR untuk deteksi White Spot Syndrome Virus pada kepiting .Jurnal Perikanan Dan Kelautan Vol. 3 (4) : 61 – 74

Santoso, A. 2011. Serat Pangan (Dietary Fiber) Dan Manfaatnya Bagi Kesehatan. Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Unwidha Klaten.

Susanti. M. N. I. 2010 Statistika Deskriptifdan Induktif . Graha Ilmu. Yogyakarta.

Supriyadi, H.; Taukhiddan G. Moekti. 1997. Sistim Kekebalan (Imunitas) pada Ikan.

Sukenda, S. H. Dwinanti dan M. Yuhana. 2009. Keberadaan White Spot Syndrome Virus (WSSV), Taura Syndrome Virus (TSV) dan Infectious Hypodermal Haematopoitic Necrosis Virus (IHHNV) Di Tambak Intensif Udang Vaname Litopenaeus vannamei Di Bakauheni, Lampung Selatan. J. Akuakultur Indonesia Vol 8(2):1-8.

Sutarmanto, R. 1995. Pembenihan Ikan Air Tawar. Kanisius, Yogyakarta.

http://pustaka.pandani.web.id/2014/02/struktur-virus.html

Taukhid, 2010. Induksi Kekebalan Spesifik Pada Ikan Mas,Cyprinus Carpio Linn. Terhadap Infeksi Koi Herpesvirus (KHV) Melalui Teknik Kohabitasi Terkontrol.Universitas Padjajaran : Bandung

Taslihan, A., Ani. W., Retna. H. dan S.M. Astuti. 2004. Pengendalian Penyakit pada Budidaya Ikan Air Payau, Direktorat Jenderal Perikanan Balai Besar Budidaya Air Payau Jepara.

Volk., Margaret .,Wesley dan Wheler., 1990. Virus Diseases. Edisi kelima. Jilid 2. Erlangga. Jakarta.

Thomas .D & Donald T. Campbell, 1979, Quasi Experimentation Design & Analysis Issue for Field Settings, Houghton Mifflin Company:BostonLevy.

Williams, E. H., Jr. and L. Bunkley-Williams. 1996. Parasites of offshore big game fishes of Puerto Rico and the western Atlantic. Puerto Rico Department of Natural and Environmental Resources, San Juan, PR, and the University of Puerto Rico, Mayaguez, PR, 382 pp.

Yosha, S. 2003. Update on Koi Herpesvirus (KHV) for the Koi Hobbyst. Insert to Koi USA magazine March/ April 2003.

Zonneeveld. 1991. Prinsip Budidaya Ikan. Gramedia Pustaka Nusantara, Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.29406/jba.v2i1.1987

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License

The Copyright is reserved to the Jurnal Ruaya that is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License website statistics