PENGARUH PENAMBAHAN OODEV DALAM PAKAN TERHADAP DIAMETER TELURDAN TINGKAT KEBUNTINGAN PADA INDUK IKAN BIAWAN (Helostoma temminckii)

Wahyu Susilo Wahyu Susilo

Sari


Populasi ikan biawan di alam sangat tergantung pada reproduksi dan respon dari perubahan lingkungan.Penangkapan ikan diperairan umum cenderung tidak terkendali.Hal ini menyebabkan pertumbuhan populasi menurun.Maka dari itu, untuk mempercepat pematangan gonad dalam pemijahan maka perlu adanya bahan tambahan dalam pakan, salah satunya dengan menambahkan hormone Oodev.Tujuannya untuk mengetahui pengaruh hormone tersebut yang dicampurkan ke pakan terhadap diameter telur serta tingkat kebuntingan pada ikan biawan.Metode penelitian ini adalah eksperimern. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 4 ulangan yaitu perlakuan A (kontrol), perlakuan B (Oodev 0,5ml/kg pakan) dan perlakuan C (Oodev 1ml/kg pakan) sedangkan variable pengamatan: tingkat kebuntingan, waktu maturasi, diameter telur, pertambahan bobot mutlak induk, kelangsungan hidup dan kualitas air. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwatingkat kebuntingan, waktu marturasi, diameter telur, pertambahahn bobot mutlak induk, kelangsungan hidup induk ikan biawan berpengaruh tidak berbeda nyata (P<0,05). Bedasarkan hasil yang dilihat dari persentase tingkat kebuntingan dan waktu maturasi bahwa induk ikan biawan mengalami matang gonad selama 8  minggu pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukka bahwa penambahan Oodev 0,5ml/kg pakan mampu mepercepat pematangan gonad ikan selama 8 minggu, dilihat dari perkembangan telur sudah pada tahap mature dan diameter telur telah seragam dibandingkan dengan dosis yang lain.

 

Kata kunci: Helostoma temminckii; oodev; diameter telur; tingkat kebuntingan.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Afrianto E., Evi Liviawaty. 1992. Pengendalian Hama dan Penyakit Ikan. Kanisius Yogyakarta.

Ariyanto D, Utami R. 2006. Evaluasi laju pertumbuhan, keragaman genetik dan estimasi heterosis pada persilangan antar spesies ikan patin (Pangasius sp.). Jurnal Perikanan (J. Fish. Sci) VIII (1): 81-86.

Boyd. C.E. 1990. Water Quality In Pond For Aquacuture. Alabama: Alabama Aquaculture Station. Auburn University.

Boyd. C.E. 1991. Water Quality Management in Ponds for Aquaculture. Brimingham Publishing. Alabama.

Bolander FF. 2004. Molecular Endocrinology, 3rd ed. Elseviar Academic Press. London, 617 p.

Cholik, F, Jagadraya A.G, Poernomo R.P dan Jauzi A. 2005.Akuakultur.Masyarakat Perikanan Nusantara dan Taman Mini Indonesia Indah. Jakarta. 415 hal.

Effendie, H. 2003. Telaah Kualitas Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan.Kansius.Yogyakarta.

Effendi, I. H.J. Bugri, dan Widarnani. 2006. Pengaruh Padat Penebaran Terhadap Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Benih Ikan Gurami Osphronemus gourami Lac. Ukuran 2 Cm, Jurnal Akuakultur, 2:183-188.

Effendie, 2009. Pengantar Akuakultur. Jakarta, Hal 107.

Fadillah R. 2016. Peningkatan produksi telur ikan Nilem Osteochilus hasselti sebagai sumber kaviar melalui kombinasi Oodev, rGH dan minyak ikan pada pakan. [Tesis], Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Farastuti ER. 2014. Induksi maturasi gonad, ovulasi dan pemijahan pada ikan Tor soro menggunakan kombinasi hormon. (tesis). Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Ghufran, M dan K. Kordi.2004. Penanggulangan Hama dan Penyakit Ikan. Cetakan Pertama. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Hanafiah, K. A. 2012. Rancangan Percobaan Teori dan Aplikasi. Jakarta : PT Raja Grafida Swadaya.

Hasan, M., Sumoharjo, Kusdato, H. 2015.Optimalisasi Penggunaan Sistem Aerasi yang Efektif Dalam Mempertahankan Ketersediaan Oksigen Terlarut. Jurnal Aquawarman Vol 1 (1): 28-35.

Hapsari, A.D. 2013. Dinamika Kualitas Air pada Kolam Pemeliharaan Ikan Tengadak (Barbonymus schawanenfeldii, Bleeker, 1858). Tesis. Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Khairuman, 2002. Sistematika Ikan. Bogor: Rineka Cipta.

Lestari TP.2016. Induksi Hormonal Penambahan Kunyit Dalam Pakan Untuk Meningkatkatkan Kenerja Reproduksi Ikan Tengadak (Barbonyumus schwanenfeldii). [tesisi].Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Manik L.2016. Induksi Pematangan Gonad Ikan Badut (Amphiprion Percula) Menggunakan Hormon Oodev Melalui Pakan (skripsi), Institut Pertanian Bogor.

Mustikasari L A.2014. Induksi Pematangan Gonad Ikan Patin Siam Pangasianodon Hypophtalmus Mengugunakan Oodev Melalui Pakan Dengan Pemberian 4 Minggu Interval Jeda Setiap 1 Minggu.(tesis), Program pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.