EFEKTIVITAS PENAMBAHAN TEPUNG RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma Xanthoriza Roxb), DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN TENGADAK(Barbonymus Schwanenfeldii)

anggit - pratama anggit - pratama

Sari


Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung rimpang temulawak pada pakan dengan dosis berbeda terhadap pertumbuhan benih ikan tengadak (Barbonymus Schwanenfeldii). Metode penelitian yang digunakan adalah benih ikan tengadak yang diperoleh dari Balai Benih Ikan (BBI) yang berasal dari pemijahaan alami. Benih ikan yang digunakan sebanyak 10 ekor/wadah penelitian. Jumlah wadah penelitian sebanyak 12 buah dengan kapasitas masing-masing wadah sebanyak 20 liter air. Wadah penelitian diisi air sebanyak 10 liter. Perlakuan yang dicobakan adalah pemberian tepung temulawak dengan dosis berbeda pada pakan benih ikan tengadak. Pada penelitian ini terdapat 4 perlakuan, yaitu tanpa pemberian tepung rimpang temulawak (perlakuan A), dosis 2,5% (perlakuan B) , dosis 5% (perlakuan C), dosis 7,5% (perlakuan D). Hasil penelitian yang dilakukan selama 50 hari menunjukkan bahwa pertumbuhan benih ikan tengadak tertinggi terdapat pada perlakuan D (dosis tepung rimpang temulawak 7,5%) dengan pertumbuhan Berat harian  4,91±0,11d dan panjang harian 4,13±0,43c.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Christensen MS. 1994. Growth of tinfoil barb, Puntius schwanenfeldii, feeds including fres chicken manure, in floating cages. Asian Fisheries Science, 7(1):29-34.

Effendi, M. I. 1997. Biologi Perkanan. Yayasan Pustaka Nusantara. Yogyakarta. 163 Hal.

Eslamloo K, Moershedi V, Azodi M, Ashouri G, Ali M, Iqbal F.2012. Effects of starvation and re-feeding on growth performance, feed utilization and body composition of Tinfoil barb (Barbonymus schwanenfeldii). Fish and Marine Sciences.

Higgs DA, Sutton JN, Kim H, Oakes JD, Smith J, Biagi C, Rowshandeli M, Devlin RH. 2009. Infleunce of dietary concentration of protein, lipid and carbohydrate on growth, protein and energy utilization, body composition, and plasma titres of growthhormone and insulin-like growth factor-1 in non-transgenic and growth hormone transgenic coho salmon,O.Kisutch(Walbaum). Aquaculture286:127-137

Jaya , B. Agustriani, F. Dan Isnaini. 2013. Laju Pertumbuhan dan Tingkat Kelangsungan Hidup Benih Kakap Putih.(Lates, Calcariper, Bloch ) dengan pemeberian pakan yang berbeda. Maspari Journal, no 5 vol 1. 56-63.

Mokoginta, I.; Suprayudi,M. A. dan Setiawati,M.1995. Kebutuhan Nutrisi Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy, Lac.) Untuk Pertumbuhan Dan Reproduksi. Laporan Penelitian Hibah Bersaing II/2 Perguruan Tinggi Tahun Anggaran 1995/1996. Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian Pada Masyasarakat. Dirjen Pendidikan Tinggi Depdikbud. Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor.

Prakoso, V. A.; Huwoyon G.H 2012.Pembesaran Ikan Tengadak Albino dan Hitam (Barbonymus Schwanenfeldii) .Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2012. Pusat Riset Perikanan Budidaya.

Purwati, R. R.; Susanti., dan Nana., K, T, M. 2012. Pengaruh Ekstrak Temulawak terhadap penurunan jumlah ektoparasit protozoa pada benih kerapu macan.Unnes Journal Of Life Science I.

Rahmi, Salam.,N.I, Qadri.,N. 2016. Subtitusi Tepung Temulawak (Curcuma Xanthorhiza SP)Pada Pakan Dengan Dosis Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Sintasan Benih Ikan Nila (Oreochromis Niloticus). Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar.

Satyani,D.,Meilisza, N., Solichah, L. (2010). Gambaran Pertumbuhan Panjang benih Ikan Botia (Chromobotia macracanthus) Hasil Budidaya pada Pemeliharaan dalam Sistem Hapa dengan Padat penebaran 5 Ekor per liter. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Aquakultur. 395-402.

Samsundari, S. 2006. Pengujian Ekstrak Temulawak dan Kunyit Terhadap Resistensi Bakteri Aeromonas hydrophila yang Menyerang Ikan Mas (Cyprinus carpio). Gamma Volume II Nomor 1. September 2006:71–83.

Satroamidjojo, S. 2001. Obat Asli Indonesia. Cetakan Keenam. Dian Rakyat, Jakarta. Hal 57- 63.

Semeru. 1995. Holtikultural Aspek Budiaya. Universitas Indonesia Press (UI- Press). Jakarta.

Tjitrosoepomo, G., 1989. Taksonomi Tumbuhan (Schozophyta, Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta). Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.