Penerapan Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) terhadap Perumusan Visi dan Misi Perusahaan

Vidyastuti Vidyastuti Vidyastuti Vidyastuti

Abstract


Perusahaan yang besar dalam perkembangannya memerlukan suatu mimpi untuk menjadi yang terbaik dan mampu bersaing dengan kompetitor lainnya di dunia industri. Oleh karena itu, sebuah organisasi perlu melakukan inovasi yang berkelanjutan karena jika tidak demikian, ia hanya akan menjadi pengikut dan suatu saat tidak mampu untuk bertahan. Sebagai sebuah perusahaan yang baik dan bertanggung jawab, sudah menjadi keharusan untuk memelihara kesinambungan bisnis dalam jangka panjang. Kepedulian yang ditunjukkan semestinya sudah dimulai pada awal pendirian perusahaan dengan cara menetapkan visi dan misi perusahaan. Visi dan misi perusahaan dapat dikatakan sebagai ruh dari sebuah perusahaan dan menjadi penting karena merupakan titik awal untuk rencana strategis. Budaya organisasi menjadi salah satu tata nilai menuju keefektifan organisasi. Dalam membuat rumusan visi dan misi terlebih dahulu diketahui budaya organisasinya. Adapun tujuan penelitian ini adalah menerapkan Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI) dalam perumusan visi dan misi perusahaan. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengambilan datanya melalui wawancara, kuesioner dan focus group discussion (FGD) guna menentukan budaya organisasi. Berdasarkan permasalahan dan analisa data melalui teknik OCAI diketahui bahwa budaya organisasi saat ini di perusahaan yaitu budaya Market dan Clan sedangkan yang diinginkan adalah budaya Clan dan Hierarchy. Oleh karena itu, pernyataan visi dan misi yang disusun juga mengarah pada budaya organisasi dan yang menjadi perekat dalam organisasi adalah komitmen bersama untuk bereksperimen dan berinovasi.

 

Kata kunci : Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI), Budaya Organisasi, Visi dan Misi, Perusahaan

Full Text:

PDF

References


Bryson, J. M., 2005, Strategic Planning for Public and Nonprofit Organizations: A Guide to Strengthening and Sustaning Organizational Achievement, Jossey-Bass Publishers, San Fransisco.

Budiharjo, A. 2008, Pentingnya Safety Culture di Rumah Sakit, Jurnal Manajemen Bisnis. Vol. 1. No. 1

Cameron, K. S., dan Quinn,R. E, 2006, Diagnostic and Cahanging Organizational Culture. Addison-Wasley, United State of America.

Cushway, B. & Lodge, D. 1999, Organisational behavior and design; perilaku dan desain organisasi. Elex Media Komputindo, Jakarta.

Kuncoro, M, 2006, Strategi, Bagaimana Meraih Keunggulan Kompetitif? Erlangga, Jakarta.

Maman, Kh, U, 2002, Menggabungkan Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, IPB, Bogor.

Muhammad, S, 1999, Manajemen Strategik, Edisi 4, UPP YKPN, Yogyakarta.

Praptiwi, S. dan Senda, I., 2010, Cara Mudah bagi UKM Mendobrak Kebekuan Bisnis, PT Elex Media Komputindo, Jakarta.

Purwanto, 2008, Budaya Perusahaan, Pustaka Pelajar, Yogyakarta:

Riva’I, Veithzal, 2005, Manajemen Sumber Daya Manusia, Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Robins, S.P, 2000, Perilaku Organisasi. Alih bahasa: Hadyanan Pujaatmaka, PT.Prenhallindo, Jakarta.

Sobirin, A, 2005, Meraih Keunggulan Melalui Pengintegrasian Sumber Daya Manusia dan Perencanaan Strategik, Edisi Khusus Jurnal Siasat Bisnis On Human Resources.

Strauss, A & Corbin, J, 2003, Dasar-dasar Penelitian Kualitatif, Pustaka Pelajar Yogyakarta.

Sutanto, A.B, 1997, Budaya Perusahaan, Bina Aksara, Jakarta.

Umar, Husein, 1999, Sumber Daya Manusia dalam Organisasi, Gramedia, Jakarta.

Vredenbreght, J, 1987, Metode dan teknik penelitian masyarakat, Gramedia, Jakarta.

Wibisono, D, 2006, Manajemen Kinerja: Konsep, Design dan Teknik Meningkatkan Daya Saing Perusahaan, Penerbit Erlangga. Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.29406/eksis.v1i1.1332

Refbacks

  • There are currently no refbacks.