PERAWATAN PAYUDARA SEBAGAI TREATMENT KELANCARAN ASI

Elly Trisnawati, Amanda Distrilia Elly Trisnawati
Amanda Distrilia

Sari


Air Susu Ibu (ASI) adalah nutrisi terbaik bagi bayi, yang merupakan emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan mineral. Kolostrum yang terkandung dalam ASI pada hari pertama sampai dengan hari ke-7 setelah ibu melahirkan, terbukti bermanfaat meningkatkan kadar antibodi pada bayi. Besarnya manfaat ASI tidak sebanding dengan eviden based yang muncul. Permasalahan yang terjadi justru banyak ditemukan ibu-ibu yang gagal dalam memberikan ASI eksklusif. Permasalahan lain terkait pemberian ASI yang sering dialami oleh ibu menyusui adalah kurang maksimalnya jumlah ASI yang masuk ke tubuh bayi, hal ini dikarenakan tidak lancarnya ASI pada awal periode pemberiannya, sehingga berat badan bayi tidak mengalami peningkatan secara signifikan. ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan Muhammadiyah yang terdiri dari perempuan-perempuan produktif menjadi kelompok potensial yang diharapkan mampu sebagai motor penggerak dalam mewujudkan masyarakat peduli ASI di Kalimantan Barat, khususnya dalam melakukan transfer knowledge tentang perawatan payudara sebagai treatment kelancaran ASI. Kegiatan ini difokuskan pada masyarakat Kelurahan Mariana, yang merupakan salah satu kelompok kader-kader ‘Aisyiyah Kota Pontianak dan bekerjasama dengan MPM (Majelis Pemberdayaan Masyarakat) PW Muhammadiyah Kalbar.
Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah sebagai berikut : (1) melaksanakan penyuluhan tentang ASI dan manfaat perawatan payudara kepada ibu-ibu ‘Aisyiyah; (2) melaksanakan pelatihan perawatan payudara sebagai treatment kelancaran ASI ; dan (3) pembentukan kader ASI ‘Aisyiyah.
Melalui kegiatan ini diharapkan bisa menjadi inisiator dalam program kaderisasi ASI pada masyarakat. Luaran yang dihasilkan dalam kegiatan ini adalah terlaksanakannya edukasi pada kelompok sasaran serta terbentuknya skill ibu-ibu kader Áisyiyah dalam melakukan treatment perawatan payudara. Selain itu luaran konkret lain dari program ini adalah terbentuknya kader ASI ‘Aisyiyah sehingga bisa berlanjut sebagai trainer bagi masyarakat sekitarnya.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. Jakarta.

. Maryunani, Anik. 2015. Asuhan Ibu Nifas dan Asuhan Ibu Menyusui. CV. Trans Info Media. Jakarta

. Depkes RI. 2010. Capaian Pembangunan Kesehatan Tahun 2010. Jakarta

. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2016. Jakarta : Kemenkes RI; 2016.

. Prasetyono, D.S. 2009. ASI Eksklusif Pengenalan,Praktik dan Kemanfaatankemanfaatannya. Diva Press. Yogyakarta

. Elisabeth, Siwi W dan Endang P. 2015. Asuhan Kebidanan Masa Nifas dan Menyusui. Yogyakarta: Pustaka Baru Press

. Proverawati,A., dan Eni,R. 2010. Kapita Selekta ASI dan Menyusui. Nuha Medika. Yogyakarta

. Pramitasari RD, Saryono. 2009. Perawatan Payudara. Yogyakarta: Mitra Cendekia

. Varney, H., Kriebs, J & Gegor, C. (2007). Buku Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta: EGC

. Mowor Mariane, 2013. Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Menyusui di Puskesmas Bahu Kota Manado. Jurnal publikasi.

. Sulistyawati, 2017. Hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Arjasa Kabupaten Jember. Jurnal Publikasi.

. Notoatmodjo, Soekidjo. (2003). Ilmu Kesehatan Masyarakat : Prinsip-prinsip Dasar. Jakarta : PT. Rineka Cipta.




DOI: http://dx.doi.org/10.29406/bul%20al-ribaath.v15i2.1337

Article Metrics

Sari views : 0| PDF views : 0

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##

Creative Commons License

The Copyright is reserved to the Jurnal Buletin Al- Ribaath that is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License .

PKP